[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$fvlp4Pnns_Id6dAFOr5c0k220nYJpJTtJEJXEFdsF6_E":3},{"work":4,"section":9,"illustrationUrl":12,"canModernize":13,"ejaan":14,"prev":15,"next":18,"variant":7,"html":21},{"slug":5,"title":6,"presentation":7,"spelling":8},"carmen","Carmen","ringkasan","eyd",{"ordinal":10,"title":11},3,"CHAPTER II",null,false,"asli",{"ordinal":16,"title":17},2,"CHAPTER I",{"ordinal":19,"title":20},4,"CHAPTER III","\u003Cp>Saya menghabiskan beberapa hari di Cordova untuk meneliti manuskrip kuno di perpustakaan biara Dominikan. Para biarawan menyambut saya dengan ramah. Pada suatu malam, saat bersandar di tembok pembatas dermaga, saya bertemu seorang wanita muda berkulit keemasan, bermata besar, dan berambut hitam panjang yang memperkenalkan dirinya sebagai Carmencita—seorang gipsi.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Ia mengaku bisa meramal nasib. Saya diajak ke rumahnya yang sederhana di pinggiran kota. Saat ia hendak meramal, seorang pria berselendang cokelat masuk dengan marah. Ternyata dia adalah Don Jose, teman yang pernah saya selamatkan dari hukuman gantung. Ia memaksa saya pergi. Setelah kembali ke penginapan, saya menyadari arloji saku saya hilang.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Beberapa bulan kemudian, saya kembali ke Cordova. Di biara, seorang biarawan memberi tahu bahwa arloji saya telah ditemukan dan pencurinya—bernama Jose Navarro, seorang \u003Cem>Hidalgo\u003C\u002Fem>—akan dihukum mati dalam dua hari. Saya mengunjungi Don Jose di penjara. Ia menerima saya dengan dingin, meminta saya membeli misa untuk jiwanya dan mengirimkan medali peraknya kepada seorang wanita tua di Pampeluna, tanpa menceritakan bagaimana ia mati.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Saya berjanji. Dari ceritanya kemudian, saya mengetahui kisah tragis yang berikut.\u003C\u002Fp>\n"]