[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$fyDkR_3AVFANyf8Y5xC7vcpY1u2xyRHdlewcujJiGrNY":3},{"work":4,"section":9,"illustrationUrl":12,"canModernize":13,"ejaan":14,"prev":15,"next":18,"variant":7,"html":21},{"slug":5,"title":6,"presentation":7,"spelling":8},"carmen","Carmen","ringkasan","eyd",{"ordinal":10,"title":11},4,"CHAPTER III",null,false,"asli",{"ordinal":16,"title":17},3,"CHAPTER II",{"ordinal":19,"title":20},5,"CHAPTER IV","\u003Cp>Don Jose memulai ceritanya: ia lahir di Elizondo, lembah Baztan, dari keluarga Kristen tua dan Basque. Ia gagal menjadi pendeta karena terlalu gemar bermain tenis, lalu bertengkar dengan pemuda dari Alava dan terpaksa meninggalkan daerahnya. Ia bergabung dengan Resimen Kavaleri Almanza, menjadi kopral, dan nyaris naik pangkat menjadi sersan sebelum ditugaskan berjaga di Pabrik Tembakau Seville.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Suatu hari, para pekerja perempuan kembali dari makan siang. Carmen, seorang gipsi (\u003Cem>gitanella\u003C\u002Fem>), muncul dengan rok pendek, stoking sutra putih, sepatu maroko merah, dan bunga akasia di mulutnya. Ia menggoda Don Jose dengan melemparkan bunga akasia ke wajahnya. Jose memungut bunga itu dan menyimpannya—&quot;itu adalah kebodohan pertamaku.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Beberapa jam kemudian, seorang pekerja perempuan terluka parah di wajahnya oleh Carmen dengan pisau. Jose diperintahkan menangkap Carmen. Dalam perjalanan ke penjara, Carmen berbicara dalam bahasa Basque, mengaku berasal dari Etchalar dan dibawa ke Seville oleh gipsi. Ia membujuk Jose untuk membantunya melarikan diri. Jose dengan sengaja membiarkan dirinya dijatuhkan Carmen, lalu menghalangi jalan rekan-rekannya dengan tombaknya sehingga Carmen lolos.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Akibatnya, Jose dihukum: dicopot pangkat kopralnya dan dipenjara satu bulan. Di penjara, ia menerima roti berisi kikir dan koin emas dari Carmen, tapi ia menolak melarikan diri karena masih memiliki kode kehormatan prajurit. Setelah bebas, ia ditugaskan sebagai penjaga pintu rumah kolonel. Carmen datang ke sana bersama rombongan gipsi untuk menari. Ia berbisik kepada Jose untuk menemuinya di Lillas Pastia di Triana.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Jose menemui Carmen di Triana. Ia mengembalikan uangnya, tapi Carmen menghabiskannya untuk membeli makanan dan minuman. Mereka menghabiskan hari bersama di sebuah rumah tua di Calle del Candilejo. &quot;Ah, Tuan, hari itu! hari itu! Ketika saya mengingatnya, saya lupa apa yang akan dibawa hari esok untukku!&quot; kata Jose.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Setelah itu, Carmen mulai menjauh, dan Jose mendapati ia memiliki suami bernama Garcia \u003Cem>el Tuerto\u003C\u002Fem>, seorang gipsi yang baru saja melarikan diri dari penjara. Jose merasa dikhianati. Dalam sebuah penyergapan oleh pasukan, Garcia tanpa ampun menembak mati rekan mereka yang terluka, \u003Cem>El Remendado\u003C\u002Fem>, sambil berkata, &quot;Apa yang kita perlukan bangkai seperti itu? Habisi dia, dan jangan kehilangan stoking katun!&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Jose kemudian bergabung dengan geng penyelundup dan melakukan berbagai kejahatan. Ia bertemu kembali dengan Carmen di Gibraltar, yang sedang berselingkuh dengan seorang perwira Inggris. Carmen merencanakan perampokan terhadap Inggris itu, dan Jose serta gengnya melaksanakannya. Dalam sebuah pertengkaran, Jose menantang Garcia duel dan membunuhnya dengan pisau. &quot;Hark ye,&quot; kata Jose, &quot;kita tidak bisa hidup bersama. Aku mencintai Carmen dan aku ingin menjadi satu-satunya.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Setelah kematian Garcia, Carmen dan Jose hidup bersama sebagai penyelundup. Namun, Carmen mulai menyukai seorang \u003Cem>picador\u003C\u002Fem> bernama Lucas. Jose menjadi cemburu dan membunuh Lucas dalam sebuah pertengkaran. Carmen kemudian menghilang, dan Jose mencarinya.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Jose menemukan Carmen di sebuah penginapan terpencil. Ia memohon padanya untuk pergi ke Amerika dan hidup tenang. Carmen menolak: &quot;Aku tidak mencintaimu lagi. Kamu masih mencintaiku, dan itu sebabnya kamu ingin membunuhku. ... Carmen akan selalu bebas. Seorang \u003Cem>calli\u003C\u002Fem> ia lahir, dan seorang \u003Cem>calli\u003C\u002Fem> ia akan mati.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Jose, dalam kemarahan dan keputusasaan, menusuk Carmen dua kali dengan pisau Garcia. &quot;Aku memukulnya dua kali. ... Pada tusukan kedua, ia jatuh tanpa suara. Sepertinya aku masih bisa melihat mata hitam besarnya menatapku.&quot; Ia menguburnya di hutan, meletakkan cincinnya di sampingnya, lalu menyerahkan diri ke penjaga di Cordova. &quot;Saya bilang saya telah membunuh Carmen, tapi saya tidak mau memberi tahu di mana mayatnya.&quot;\u003C\u002Fp>\n"]