[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$f8JkGXwj2IzzTcZsfCkk-IrDeWQGQlljuCh1tx42WkUY":3},{"work":4,"section":9,"illustrationUrl":12,"canModernize":13,"ejaan":14,"prev":12,"next":15,"variant":7,"html":18},{"slug":5,"title":6,"presentation":7,"spelling":8},"door-duisternis-tot-licht-gedachten-over-en-voor-het-javaansche-volk","Door duisternis tot licht: Gedachten over en voor het Javaansche volk","ringkasan","van-ophuijsen",{"ordinal":10,"title":11},1,"RADEN ADJENG KARTINI.",null,true,"asli",{"ordinal":16,"title":17},2,"INHOUD.","\u003Cp>Bab &quot;Raden Adjeng Kartini&quot; merupakan pengantar dari J.H. Abendanon, penyunting dan penerbit surat-surat Kartini. Ia menguraikan riwayat hidup Kartini: lahir di Jepara pada 21 April 1879 sebagai putri Bupati Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat. Ia mendapat pendidikan Europeesche Lagere School hingga usia 12 tahun, lalu menjalani masa pingitan. Selama itu ia membaca luas korespondensi dengan sahabat-sahabat Belanda, antara lain Stella Zeehandelaar dan Nyonya Abendanon. Kartini bercita-cita memajukan perempuan Jawa dan mendirikan sekolah gadis. Pada 1903 ia menikah dengan Bupati Rembang, Raden Adipati Djojo Adiningrat, yang mendukung cita-citanya, dan ia sempat merintis sekolah di Rembang. Ia wafat pada 17 September 1904, empat hari setelah melahirkan anak pertamanya, pada usia 25 tahun. Abendanon mengumpulkan surat-suratnya dan menerbitkannya pada 1911 dengan judul \u003Cem>Door duisternis tot licht\u003C\u002Fem> (Habis gelap terbitlah terang). Ia menekankan bahwa surat-surat ini menunjukkan perjuangan batin dan gagasan Kartini demi kemajuan bangsa.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Kutipan kunci:\u003Cbr>&quot;Panggilan saya adalah bekerja untuk kemajuan perempuan, dan melalui mereka untuk kemajuan rakyat.&quot;\u003Cbr>&quot;Habis gelap terbitlah terang.&quot;\u003C\u002Fp>\n"]