[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$fITywmSysV_HnxbhrkBVmT2MrJDuWUKt0wmP2PufBSgo":3},{"work":4,"section":9,"illustrationUrl":12,"canModernize":13,"ejaan":14,"prev":15,"next":18,"variant":7,"html":21},{"slug":5,"title":6,"presentation":7,"spelling":8},"self-help-with-illustrations-of-conduct-and-perseverance","Self Help; with Illustrations of Conduct and Perseverance","ringkasan","eyd",{"ordinal":10,"title":11},12,"CHAPTER VI. WORKERS IN ART.",null,false,"asli",{"ordinal":16,"title":17},11,"CHAPTER V. HELPS AND OPPORTUNITIES—SCIENTIFIC PURSUITS.",{"ordinal":19,"title":20},13,"CHAPTER VII. INDUSTRY AND THE PEERAGE.","\u003Ch2>RINGKASAN BAB VI: PEKERJA SENI\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Keunggulan dalam seni, seperti dalam segala hal lainnya, hanya dapat dicapai melalui kerja keras yang tekun.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Tidak ada yang kurang kebetulan daripada lukisan yang indah atau patung yang mulia. Setiap sentuhan terampil dari kuas atau pahat seniman, meskipun dipandu oleh genius, adalah hasil dari studi yang tak kenal lelah.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Sir Joshua Reynolds sangat percaya pada kekuatan kerja keras sehingga ia berpendapat bahwa keunggulan artistik dapat diperoleh. Ia menulis kepada Barry, &quot;Siapa pun yang bertekad untuk unggul dalam melukis, atau seni lainnya, harus memusatkan seluruh pikirannya pada satu tujuan itu dari saat ia bangun hingga ia tidur.&quot; Namun, meskipun ketekunan sangat diperlukan untuk mencapai keunggulan tertinggi dalam seni, tanpa bakat bawaan, kerja keras saja tidak akan membuat seorang seniman. Bakat datang dari alam, tetapi disempurnakan oleh pendidikan mandiri.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Beberapa seniman terbesar harus berjuang naik ke atas meskipun menghadapi kemiskinan dan berbagai rintangan. Contoh terkenal: Claude Lorraine (pembuat kue), Tintoretto (tukang celup), Giotto (anak petani), Canova (pemahat batu), dan banyak lagi yang berhasil meraih ketenaran melalui studi dan kerja keras dalam situasi paling sulit.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Seniman Inggris terkemuka juga tidak lahir dalam posisi hidup yang lebih menguntungkan. Gainsborough dan Bacon adalah anak penenun kain; Opie dan Romney adalah tukang kayu; Lawrence adalah anak pemilik penginapan; Turner adalah anak tukang cukur.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Bukan karena keberuntungan atau kecelakaan orang-orang ini mencapai keunggulan, tetapi karena kerja keras dan ketekunan. Kesenangan dalam mengejar seni selalu menjadi hadiah terbaik; kekayaan yang mengikutinya hanyalah kebetulan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Michael Angelo sangat percaya pada kekuatan kerja. Ia sering bangun di tengah malam untuk melanjutkan pekerjaannya. Mottonya adalah &quot;Ancora imparo!&quot; (Masih saya belajar). Titian juga pekerja yang tak kenal lelah; karyanya &quot;Pietro Martire&quot; dikerjakan selama delapan tahun, dan &quot;Perjamuan Terakhir&quot; selama tujuh tahun.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>William Hogarth, meskipun bodoh dalam pelajaran, senang menggambar. Ia mengembangkan kemampuannya melalui pengamatan dan studi yang cermat. Ia berkata bahwa melukis sejati hanya bisa dipelajari di satu sekolah, yaitu alam.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>&quot;Industri dan ketekunan&quot; adalah motto pemahat Banks. Ketika seorang anak laki-laki datang meminta nasihatnya, Banks menyuruhnya pulang, belajar, dan kembali dengan gambar yang lebih baik. Anak itu adalah Mulready, yang kemudian menjadi terkenal.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Claude Lorraine terkenal karena ketekunannya yang tak kenal lelah. Ia menghabiskan banyak waktu menyalin bangunan, pohon, daun, dan mengamati langit sepanjang hari untuk mencatat perubahan cahaya.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Turner, yang dijuluki &quot;Claude Inggris,&quot; juga mengejar karier dengan kerja keras yang sama. Ia rela bekerja dengan upah murah untuk belajar. Ia melakukan semuanya dengan hati-hati dan sungguh-sungguh, selalu berusaha belajar dan maju.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Benvenuto Cellini adalah pekerja emas, pelukis, pemahat, dan pengukir yang luar biasa. Ia selalu berusaha melampaui setiap pengrajin yang terkenal di bidang tertentu. Ketika Grand Duke berkata bahwa model patung Perseus tidak mungkin dicetak dalam perunggu, Cellini justru terpacu untuk membuktikan sebaliknya. Dalam proses pengecoran yang dramatis, ketika logam tidak mengalir dengan baik, ia bahkan mengambil semua peralatan tembaga dan timah dari dapurnya untuk dilebur ke dalam tungku.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Nicolas Poussin adalah seniman yang murni dan luhur. Ia lahir dari keluarga sederhana, dan dalam perjalanannya ke Roma ia melukis papan nama untuk mencari nafkah. Di Roma ia belajar dengan tekun, meskipun tetap miskin. Ia menjual lukisannya dengan harga murah, tetapi karyanya kemudian dihargai sangat tinggi. Motonya adalah terus berusaha mencapai kesempurnaan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Ary Scheffer adalah contoh pengabdian tinggi pada seni di zaman modern. Ibunya menjual perhiasan dan berkorban demi pendidikannya. Ia mulai melukis gambar kecil sejak usia 18 tahun untuk membantu keluarganya. Ia bekerja dengan sangat tekun, melukis dan mengecat ulang karyanya berulang kali.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>John Flaxman adalah anak penjual cetakan plester. Meskipun sakit-sakitan, ia rajin menggambar dan membaca. Ia bekerja untuk Wedgwood mendesain pola keramik, yang dianggapnya sebagai pekerjaan penting untuk pendidikan masyarakat. Ia menikah dengan Ann Denman yang mendukungnya menjadi seniman besar. Mereka hidup hemat selama lima tahun untuk mewujudkan perjalanan ke Roma. Di Roma, ia membuat desain indah yang menggambarkan Homer dan Dante dengan harga hanya 15 shilling per buah.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Chantrey memulai kariernya dengan menjual susu keliling menggunakan keledai. Ia magang sebagai pemahat dan penyepuh, lalu membeli kontraknya sendiri sebesar 50 pound untuk menjadi seniman. Ia bekerja di London sebagai asisten pemahat, belajar melukis di waktu luang. Patung kepalanya yang terkenal, Horne Tooke, membawa komisi senilai 12.000 pound.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>David Wilkie, putra seorang pendeta Skotlandia, dikenal karena ketekunannya yang luar biasa. Ia berkata, &quot;Unsur tunggal dalam semua gerak maju pensilku adalah ketekunan yang ulet.&quot; Ia melukis &quot;Village Politicians&quot; sambil tinggal di penginapan murah dengan biaya 18 shilling seminggu.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>James Sharples adalah pandai besi dari Blackburn yang belajar seni secara otodidak. Ia mulai menggambar dengan kapur di lantai rumah ibunya. Ia bangun pukul empat pagi untuk membaca buku tentang seni lukis, lalu bekerja di pabrik dari pukul enam pagi hingga delapan malam. Ia membuat lukisan &quot;The Forge&quot; dan kemudian belajar mengukirnya sendiri selama lima tahun di waktu malam. Ia membuat sendiri alat-alat ukirnya karena tidak bisa membelinya.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Contoh: Sharples begitu bersemangat belajar sehingga ketika ia membeli buku anatomi Flaxman seharga 24 shilling, ia bangun pukul tiga pagi untuk menggambar, dan kadang meminta kakaknya menjadi model di jam yang tidak biasa itu.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Ilustrasi penjelas:\u003C\u002Fstrong> Ketika Sharples sedang mengerjakan studi perspektif di rumah, ia sengaja meminta pekerjaan menempa besi berat di pabrik. Alasannya sederhana: besi berat membutuhkan waktu pemanasan lebih lama, sehingga ia mendapat beberapa menit luang di siang hari yang ia gunakan untuk membuat diagram perspektif di casing besi dekat perapian tempatnya bekerja.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Dalam seni musik, Handel adalah pekerja yang tak kenal lelah. Meskipun bangkrut, ia tetap menghasilkan karya-karya terbaiknya dalam satu tahun. Mozart berkata, &quot;Bekerja adalah kesenangan utamaku.&quot; Beethoven menulis di bawah skor Moscheles, &quot;Wahai manusia! tolonglah dirimu sendiri.&quot; Johann Sebastian Bach berkata, &quot;Saya rajin; siapa pun yang sama tekunnya, akan sama suksesnya.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>William Jackson, penulis oratorio &quot;Pembebasan Israel,&quot; adalah anak penggilingan tepung. Ia belajar musik dari klub paduan suara desa. Ia membuat organ sendiri dari awal, meskipun tanpa pengalaman pertukangan. Sambil bekerja sebagai penggilingan dan kadang berkeliling desa dengan keledai, ia tetap belajar komposisi musik di malam hari. Oratorionya diterbitkan saat ia berusia 29 tahun.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Kutipan kunci:\u003Cbr>&quot;Bukan karena keberuntungan atau kecelakaan orang-orang ini mencapai keunggulan, tetapi oleh kerja keras dan ketekunan belaka.&quot;\u003Cbr>&quot;Kesenangan dalam mengejar seni selalu menjadi hadiah terbaiknya; kekayaan yang mengikutinya hanyalah kebetulan.&quot;\u003Cbr>&quot;Pengekangan tidak didirikan yang dapat berkata pada bakat yang bercita-cita tinggi dan industri, &#39;Sampai di sini dan tidak lebih jauh.&#39;&quot;\u003C\u002Fp>\n"]