[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$f7EJkQ2FlkZyHjo8FWPI3Wen8R8GbMWLW0rW3LDeE55s":3},{"work":4,"section":9,"illustrationUrl":12,"canModernize":13,"ejaan":14,"prev":15,"next":18,"variant":7,"html":21},{"slug":5,"title":6,"presentation":7,"spelling":8},"self-help-with-illustrations-of-conduct-and-perseverance","Self Help; with Illustrations of Conduct and Perseverance","ringkasan","eyd",{"ordinal":10,"title":11},14,"CHAPTER VIII. ENERGY AND COURAGE.",null,false,"asli",{"ordinal":16,"title":17},13,"CHAPTER VII. INDUSTRY AND THE PEERAGE.",{"ordinal":19,"title":20},15,"CHAPTER IX. MEN OF BUSINESS.","\u003Cp>\u003Cstrong>Ringkasan Bab VIII: ENERGI DAN KEBERANIAN\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Energi dan tekad yang kuat adalah fondasi karakter manusia. Seperti pepatah Norseman kuno: &quot;Saya hanya percaya pada kekuatan tubuh dan jiwa saya sendiri.&quot; Energi memungkinkan seseorang menembus kesulitan dan mencapai kemajuan, lebih penting daripada bakat semata. &quot;Hal yang paling penting adalah tujuan—bukan sekadar kemampuan, tetapi kemauan untuk bekerja keras dan tekun.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Kekuatan kemauan\u003C\u002Fstrong> adalah inti karakter. Kemauan yang kuat dapat mengubah kemungkinan menjadi kenyataan. Banyak tokoh besar membuktikan hal ini.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Contoh:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Napoleon\u003C\u002Fstrong> berkata, &quot;Mustahil hanyalah kata dalam kamus orang bodoh.&quot; Ia membangun jalan melintasi Alpen yang sebelumnya dianggap tidak bisa dilewati.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Wellington\u003C\u002Fstrong> lebih hebat karena mengutamakan kewajiban, bukan kejayaan. Kesabarannya dalam menghadapi kesulitan di Spanyol luar biasa.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sir Charles Napier\u003C\u002Fstrong> dengan 2.000 prajurit mengalahkan 35.000 pasukan Belooch di Meeanee. Ia berkata, &quot;Seni memimpin adalah mengambil bagian yang adil dari pekerjaan.&quot;\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Pahlawan India\u003C\u002Fstrong> seperti Sir John Lawrence dan John Nicholson menunjukkan energi luar biasa. Ketika pemberontakan India pecah tahun 1857, mereka bertahan dengan gigih. &quot;Karakter Lawrence sendiri bernilai satu pasukan.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Misionaris\u003C\u002Fstrong> seperti Francis Xavier dan John Williams mengorbankan segalanya demi menyebarkan ajaran. Xavier berlayar tanpa bekal, tidur di dek, dan mengajar anak-anak dengan lonceng tangan. &quot;Bentuk kematian atau siksaan apa pun yang menanti saya, saya siap menderitanya sepuluh ribu kali demi keselamatan satu jiwa.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Dr. Livingstone\u003C\u002Fstrong> bekerja di pabrik kapas sejak usia 10 tahun, belajar Latin di malam hari, dan membiayai pendidikan kedokterannya sendiri sebagai buruh pabrik. Ia menjadi misionaris di Afrika, menggali kanal, membangun rumah, dan mengajar penduduk setempat.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>John Howard\u003C\u002Fstrong> mengabdikan hidupnya memperbaiki kondisi penjara. Meskipun lemah secara fisik, tekadnya &quot;memindahkan gunung&quot; demi kewajiban.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Jonas Hanway\u003C\u002Fstrong> memperjuangkan kesejahteraan anak-anak miskin di London. Ia mengunjungi rumah-rumah kerja, mengumpulkan data, dan melobi anggota parlemen selama bertahun-tahun hingga akhirnya undang-undang perlindungan anak disahkan. Motonya: &quot;Jangan Pernah Putus Asa.&quot; Ia juga orang pertama yang berani berjalan di London dengan payung di atas kepala.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Granville Sharp\u003C\u002Fstrong> melawan perbudakan di Inggris sendirian. Tanpa bantuan pengacara, ia belajar hukum sendiri dan membela budak yang dibuang. Kasus James Somerset (1772) menjadi titik balik: Lord Mansfield memutuskan bahwa setiap budak yang menginjak tanah Inggris otomatis menjadi bebas. &quot;Keputusan ini terutama berkat usaha Sharp yang teguh dan berani dari awal hingga akhir.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Thomas Clarkson\u003C\u002Fstrong> mengumpulkan bukti tentang perburuan budak. Ia bepergian lebih dari 35.000 mil dan berkorespondensi dengan 400 orang. Ia menemukan saksi kunci—seorang pelaut yang ikut dalam ekspedisi perburuan—setelah mengunjungi semua pelabuhan hingga yang terakhir.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Fowell Buxton\u003C\u002Fstrong> meneruskan perjuangan penghapusan perbudakan di Parlemen. Ia dulunya anak yang keras kepala, tetapi ibunya percaya bahwa &quot;kemauan keras akan menjadi baik pada akhirnya.&quot; Buxton kemudian menjadi pembaru yang tak kenal lelah. Kata-katanya yang terkenal:\u003C\u002Fp>\n\u003Cblockquote>\n\u003Cp>&quot;Semakin lama saya hidup, semakin saya yakin bahwa perbedaan besar antara manusia—antara yang lemah dan yang kuat, yang besar dan yang kecil—adalah \u003Cstrong>energi\u003C\u002Fstrong>—\u003Cstrong>tekad yang tak terkalahkan\u003C\u002Fstrong>—tujuan yang sekali ditetapkan, lalu mati atau menang! Kualitas itu dapat melakukan apa pun yang bisa dilakukan di dunia ini; dan tanpa kualitas itu, bakat, kesempatan, atau keadaan apa pun tidak akan membuat makhluk berkaki dua menjadi seorang Manusia.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fblockquote>\n"]