[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$fd_wmbBWxe473VnYYDutMXZbO2VKD5icEhparNSLwx_E":3},{"work":4,"section":9,"illustrationUrl":12,"canModernize":13,"ejaan":14,"prev":15,"next":18,"variant":7,"html":21},{"slug":5,"title":6,"presentation":7,"spelling":8},"self-help-with-illustrations-of-conduct-and-perseverance","Self Help; with Illustrations of Conduct and Perseverance","ringkasan","eyd",{"ordinal":10,"title":11},17,"CHAPTER XI. SELF-CULTURE—FACILITIES AND DIFFICULTIES.",null,false,"asli",{"ordinal":16,"title":17},16,"CHAPTER X. MONEY—ITS USE AND ABUSE.",{"ordinal":19,"title":20},18,"CHAPTER XII. EXAMPLE—MODELS.","\u003Ch2>RINGKASAN BAB XI: BUDAYA DIRI—FASILITAS DAN KESULITAN\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Setiap orang memiliki dua pendidikan: yang diterima dari orang lain, dan yang lebih penting, yaitu pendidikan yang diberikan kepada dirinya sendiri. Sir Walter Scott berkata, &quot;Bagian terbaik dari pendidikan setiap orang adalah yang ia berikan pada dirinya sendiri.&quot; Pengetahuan yang diperoleh melalui kerja keras menjadi milik kita sepenuhnya, lebih berbekas daripada sekadar informasi yang diberikan orang lain.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Guru terbaik adalah mereka yang mendorong siswa belajar aktif, bukan sekadar menerima pelajaran. Dr. Arnold mengajarkan muridnya untuk mandiri, hanya membimbing dan mendorong. &quot;Jika ada satu hal di bumi yang benar-benar mengagumkan,&quot; kata Arnold, &quot;itu adalah melihat kebijaksanaan Tuhan memberkati kemampuan alami yang lebih rendah, ketika telah dibina dengan jujur, sungguh-sungguh, dan tekun.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Kesehatan fisik dan pekerjaan tangan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Kerja tidak bertentangan dengan budaya intelektual. Pekerjaan fisik yang sehat sama pentingnya dengan belajar. &quot;Setiap jenis pengetahuan,&quot; kata Daniel Malthus, &quot;akan menghibur dan menguatkan pikiranmu, dan aku sangat senang bahwa kriket juga melatih lengan dan kakimu.&quot; Olahraga dan kerja fisik menjaga kesehatan, yang sangat memengaruhi kesuksesan praktis. Hodson dari Hodson&#39;s Horse berkata, &quot;Jika aku sukses di India, secara fisik itu akan berkat pencernaan yang sehat.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Banyak ilmuwan besar seperti Newton, Watt, Stephenson, dan John Hunter terbiasa menggunakan alat-alat pertukangan sejak kecil. \u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Contoh: Newton kecil sering &quot;mengetuk dan memalu di kamarnya&quot; membuat model kincir angin dan kereta. Tanpa kebiasaan seperti itu, mungkin mereka tidak akan mencapai begitu banyak di masa dewasa.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Ketekunan dan konsentrasi\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>&quot;Kerja menaklukkan segalanya&quot; berlaku sangat benar dalam menaklukkan pengetahuan. Jalan menuju ilmu terbuka bagi siapa pun yang mau bekerja dan belajar. Energi adalah hal utama. Ferguson belajar astronomi dari langit sambil terbungkus kulit domba di perbukitan Skotlandia. Stone belajar matematika sambil bekerja sebagai tukang kebun. Drew mempelajari filsafat tertinggi di sela-sela memperbaiki sepatu.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Sir Joshua Reynolds berkata, &quot;Keunggulan tidak pernah diberikan kepada manusia kecuali sebagai upah kerja.&quot; &quot;Jika kamu memiliki bakat besar, ketekunan akan meningkatkannya; jika kemampuanmu biasa saja, ketekunan akan menutupi kekurangannya.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Ketelitian dan ketuntasan adalah dua hal utama dalam belajar. Francis Horner menekankan kebiasaan berkonsentrasi pada satu subjek sampai benar-benar dikuasai. Lord St. Leonards berkata, &quot;Aku memutuskan ketika mulai belajar hukum untuk membuat semua yang kuperoleh benar-benar milikku, dan tidak pernah beralih ke hal kedua sampai aku menyelesaikan yang pertama.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Bahaya bacaan dangkal\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Banyak orang ingin memperoleh ilmu tanpa kerja keras—belajar bahasa &quot;dalam dua belas pelajaran&quot; atau &quot;tanpa guru.&quot; Ini bukan pendidikan, hanya hiburan. &quot;Membaca beraneka ragam,&quot; kata Robertson dari Brighton, &quot;melemahkan pikiran seperti merokok, dan menjadi alasan untuk membuatnya terlena. Itu adalah kemalasan yang paling malas.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Pengetahuan tanpa kebijaksanaan dan karakter yang baik tidak ada gunanya. &quot;Pengetahuan adalah kekuatan,&quot; tetapi fanatisme, despotisme, dan ambisi juga kekuatan. Pengetahuan yang tidak diarahkan dengan benar hanya akan membuat orang jahat lebih berbahaya.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Kesulitan adalah guru terbaik\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Bukan kemudahan, melainkan usaha—bukan fasilitas, melainkan kesulitan—yang membentuk manusia. Charles James Fox berkata, &quot;Tunjukkan padaku seorang pemuda yang \u003Cem>tidak\u003C\u002Fem> berhasil pada awalnya tetapi terus berusaha, aku akan mendukung pemuda itu untuk berbuat lebih baik daripada kebanyakan yang berhasil pada percobaan pertama.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Kita belajar lebih banyak dari kegagalan daripada kesuksesan. &quot;Yang sangat hebat—pikiran besar, penemuan, inovasi—biasanya lahir dalam kesulitan, sering direnungkan dalam kesedihan, dan akhirnya ditegakkan dengan susah payah.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Banyak orang hebat dulunya dianggap bodoh\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Newton duduk di kelas paling bawah. Isaac Barrow dikenal sebagai anak pemalas di sekolah. Adam Clarke disebut &quot;dungu berat&quot; oleh ayahnya. Walter Scott dinilai sebagai &quot;dungu dan akan tetap dungu&quot; oleh profesornya. Burns hanya pandai olahraga. Clive adalah anak bodoh bahkan nakal. Napoleon dan Wellington sama-sama murid biasa-biasa saja.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Dr. Arnold berkata perbedaan antara satu anak dengan lainnya bukan terletak pada bakat melainkan pada energi. &quot;Kura-kura di jalan yang benar akan mengalahkan pelari di jalan yang salah.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Kesimpulan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Budaya terbaik tidak diperoleh dari guru di sekolah atau universitas, melainkan dari pendidikan mandiri yang tekun setelah dewasa. Orang tua tidak perlu terburu-buru memaksakan bakat anak. Biarkan teladan baik dan latihan tenang bekerja. Pastikan anak memiliki kesehatan fisik yang cukup, arahkan ke jalan budaya diri, latih kebiasaan tekun dan gigih. Jika ada bahan yang benar dalam dirinya, ia akan mampu mengembangkan dirinya secara kuat dan efektif. Kerja budaya diri tidak pernah selesai. &quot;Bekerja,&quot; kata penyair Gray, &quot;adalah bahagia.&quot; &quot;Lebih baik aus daripada berkarat,&quot; kata Uskup Cumberland.\u003C\u002Fp>\n"]