[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$fAjE7AcrBsyciE2iK1pLXt8qnq0E6w8YV6TicZxdfMyo":3},{"work":4,"section":9,"illustrationUrl":12,"canModernize":13,"ejaan":14,"prev":15,"next":18,"variant":7,"html":21},{"slug":5,"title":6,"presentation":7,"spelling":8},"self-help-with-illustrations-of-conduct-and-perseverance","Self Help; with Illustrations of Conduct and Perseverance","ringkasan","eyd",{"ordinal":10,"title":11},19,"CHAPTER XIII. CHARACTER—THE TRUE GENTLEMAN.",null,false,"asli",{"ordinal":16,"title":17},18,"CHAPTER XII. EXAMPLE—MODELS.",{"ordinal":19,"title":20},20,"FOOTNOTES","\u003Cp>Karakter adalah mahkota dan kemuliaan hidup. Ia merupakan milik paling mulia seseorang, membentuk martabat tersendiri dan menempatkan seseorang dalam kehormatan masyarakat. Karakter lebih berkuasa daripada kekayaan dan mengamankan kehormatan tanpa kecemburuan. Ia adalah hasil dari kehormatan, kebenaran, dan konsistensi yang terbukti.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>“Karakter adalah sifat manusia dalam bentuk terbaiknya. Ia adalah tatanan moral yang diwujudkan dalam diri individu.”\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Orang berkarakter bukan hanya hati nurani masyarakat, tetapi juga motor penggerak terbaiknya; karena kualitas morallah yang pada dasarnya mengatur dunia. Bahkan dalam perang, Napoleon berkata moral berbanding fisik sepuluh banding satu. Kekuatan, industri, dan peradaban bangsa bergantung pada karakter individu, dan fondasi keamanan sipil pun bertumpu padanya.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Meskipun seseorang memiliki sedikit budaya, kemampuan biasa, dan harta kecil, jika karakternya murni, ia akan selalu memiliki pengaruh. Contoh: Francis Horner, meskipun bukan bangsawan atau kaya, memiliki pengaruh publik besar hanya karena akal sehat, ketekunan, prinsip baik, dan hati baik. Franklin juga mengaitkan kesuksesannya bukan pada bakat atau pidato, melainkan pada integritas karakternya yang diketahui umum.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Kejujuran, integritas, dan kebaikan adalah inti karakter sejati. Seseorang yang memiliki sifat-sifat ini, dipersatukan dengan keteguhan tujuan, membawa kekuatan yang tak tertahankan. Ia kuat berbuat baik, kuat melawan kejahatan, dan kuat menanggung kesulitan. Aturan hidup Lord Erskine patut diingat: selalu lakukan apa yang diperintahkan hati nurani sebagai kewajiban, dan serahkan akibatnya kepada Tuhan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>“Integritas dalam perkataan dan perbuatan adalah tulang punggung karakter; dan kesetiaan pada kebenaran adalah cirinya yang paling menonjol.”\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Kebenaran dalam tindakan maupun kata-kata sangat penting bagi kelurusan karakter. Seseorang harus benar-benar menjadi apa yang ia tampakkan. Pepatah Granville Sharp: “Selalu berusahalah menjadi benar-benar apa yang engkau ingin tampakkan.” Karakter sejati bertindak benar, baik dalam diam maupun di depan orang. Kebiasaan baik memperkuat karakter. “Kebiasaan adalah kalung mutiara: lepaskan ikatannya, maka seluruhnya akan terurai.”\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Sikap dan tata krama yang baik sangat penting. Kesopanan dan kebaikan hati adalah yang termurah dan paling berharga. “Kesopanan tidak membutuhkan biaya dan membeli segalanya,” kata Lady Montague. Perilaku yang indah terhadap atasan, bawahan, dan sederajat adalah sumber kesenangan terus-menerus.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Pria sejati (gentleman) memiliki harga diri, menghormati orang lain, dan memiliki kepekaan terhadap kehormatan. Ia menghindari tindakan hina, jujur, lurus, dan berani berkata “tidak” pada saat yang tepat. Kekayaan dan pangkat tidak selalu berhubungan dengan sifat gentleman sejati; orang miskin pun bisa menjadi gentleman sejati dalam semangat dan kehidupan sehari-hari.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Contoh: Seorang petani muda di Verona menolak hadiah uang karena ia tidak menjual nyawanya, melainkan meminta uang itu diberikan kepada keluarga miskin yang ia selamatkan. Juga aksi heroik para pekerja perahu Deal yang menyelamatkan kru kapal tanpa mengharapkan imbalan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Keberanian sejati dan kelembutan berjalan beriringan. Pria pemberani murah hati dan sabar. Contoh: Di medan perang El Bodon, seorang perwira Prancis yang melihat lawannya hanya memiliki satu lengan, menghentikan serangannya dan memberi hormat. Juga Jenderal Ney yang membebaskan tawanan perang karena ibunya yang buta dan janda.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>“Salah satu ujian paling pasti untuk mengenali seorang pria sejati adalah bagaimana ia menggunakan kekuasaan atas mereka yang lebih rendah, bagaimana ia memperlakukan wanita dan anak-anak, serta mereka yang lebih lemah darinya.”\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Kelembutan adalah ujian terbaik sifat gentleman. Perhatian pada perasaan orang lain, termasuk bawahan dan tanggungan, akan meresapi seluruh perilakunya. Ia akan lebih menderita karena luka kecil daripada mengambil risiko melakukan kesalahan besar dengan menafsirkan buruk perilaku orang lain.\u003C\u002Fp>\n"]