[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$ficLCU17tdVpuFiXkAg4wL30XpH5daYCPN_n5Ik9NhVE":3},{"work":4,"section":9,"illustrationUrl":12,"canModernize":13,"ejaan":14,"prev":12,"next":15,"variant":7,"html":18},{"slug":5,"title":6,"presentation":7,"spelling":8},"sidelights-on-relativity","Sidelights on Relativity","ringkasan","eyd",{"ordinal":10,"title":11},3,"ETHER AND THE THEORY OF RELATIVITY",null,false,"asli",{"ordinal":16,"title":17},4,"GEOMETRY AND EXPERIENCE","\u003Cp>Dalam pidato di Universitas Leiden pada 5 Mei 1920, Einstein mengupas konsep &quot;eter&quot; dari masa lalu hingga kaitannya dengan teori relativitas.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Pertama, ia mengingat bahwa fisika klasik (Newton, Maxwell) menganggap eter sebagai medium padat tak terlihat yang diperlukan untuk merambatkan cahaya dan gaya listrik. Eter dianggap sebagai kerangka acuan mutlak.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Kemudian, relativitas khusus (1905) menghapus kebutuhan akan eter mekanis semacam itu. Prinsip relativitas dan ketetapan kecepatan cahaya membuat eter klasik menjadi mubazir. &quot;Pengenalan eter bercahaya akan menjadi berlebihan karena pandangan relativitas khusus tidak memerlukan sebuah medium dengan sifat-sifat khusus untuk merambatkan cahaya.&quot; (kutipan diterjemahkan)\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Namun, Einstein menunjukkan bahwa relativitas umum (1915) justru menghidupkan kembali semacam &quot;eter&quot;, tetapi dalam pengertian yang sama sekali baru. Ruang-waktu bukanlah panggung kosong yang statis; ia memiliki struktur fisik (lengkungan) yang dipengaruhi oleh materi. Struktur inilah yang disebut eter relativitas umum.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Eter baru ini bukanlah medium mekanis yang terdiri dari partikel atau memiliki gerak mutlak. Ia tidak dapat dibayangkan seperti udara atau zat padat. Ia adalah medan gravitasi itu sendiri—entitas non-mekanis yang menjadi dasar semua peristiwa fisika. &quot;Menurut teori relativitas umum, ruang tanpa eter tidak dapat dipikirkan.&quot; (kutipan diterjemahkan)\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Contoh untuk memperjelas: Bayangkan sebuah bola pingpong di atas permukaan karet. Dulu eter klasik diibaratkan udara di sekeliling—sesuatu yang harus ada agar bola bisa melayang. Relativitas khusus membuang gagasan &quot;udara&quot; itu. Tapi relativitas umum mengingatkan bahwa permukaan karet itu sendiri punya sifat—ia bisa melengkung karena beban. Lengkungan itulah eter yang baru; bukan zat, melainkan struktur ruang-waktu yang melengkung karena materi.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Eter relativitas umum tidak memiliki tempat atau keadaan gerak yang istimewa. Ia hanya ada bersama medan gravitasi. Dengan kata lain, eter ini adalah sifat geometri ruang-waktu. Kesimpulan Einstein: eter tetap diperlukan untuk menjelaskan bagaimana cahaya dan gaya lain merambat, tetapi eter itu bukanlah medium mekanis—melainkan ruang-waktu yang lentur dan dipengaruhi oleh massa dan energi.\u003C\u002Fp>\n"]