[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$fT6W56KvShWzHSEyLsNkHpzcOA7vBUu9zykpYXjqER9k":3},{"work":4,"section":9,"illustrationUrl":12,"canModernize":13,"ejaan":14,"prev":15,"next":18,"variant":7,"html":21},{"slug":5,"title":6,"presentation":7,"spelling":8},"the-chemical-history-of-a-candle","The Chemical History of a Candle","ringkasan","eyd",{"ordinal":10,"title":11},10,"LECTURE IV.",null,false,"asli",{"ordinal":16,"title":17},9,"LECTURE III.",{"ordinal":19,"title":20},11,"LECTURE V.","\u003Ch2>Ringkasan Bab IV: Hidrogen dalam Lilin—Terbakar Menjadi Air—Bagian Lain dari Air—Oksigen\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Michael Faraday melanjutkan penjelasan tentang lilin. Ia mengingatkan bahwa lilin yang terbakar menghasilkan air, dan air mengandung hidrogen—zat ringan yang terbakar dan menghasilkan air lagi. Sekarang ia ingin menunjukkan komponen air yang lain selain hidrogen.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Faraday menggunakan \u003Cstrong>baterai volta\u003C\u002Fstrong> (alat yang mengubah energi kimia menjadi listrik) untuk &quot;memecah&quot; air. Ia pertama-tama mendemonstrasikan cara kerja baterai dengan larutan tembaga dan asam nitrat. Ketika kedua kutub baterai (elektroda) dimasukkan ke larutan, salah satu platina berlapis tembaga, sementara yang lain tetap bersih. Ini menunjukkan baterai bisa memisahkan zat.\u003C\u002Fp>\n\u003Cblockquote>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Ilustrasi:\u003C\u002Fstrong> Bayangkan baterai seperti &quot;pemisah ajaib&quot; yang bisa menarik tembaga keluar dari larutan, mirip magnet menarik besi.\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fblockquote>\n\u003Cp>Kemudian Faraday menerapkan baterai pada air yang sedikit diasamkan (asam hanya membantu proses, tidak ikut bereaksi). Gelembung muncul dari kedua elektroda. Ia mengumpulkan gas yang keluar. Gas pertama (dari satu kutub) terbakar dengan nyala pucat—itu \u003Cstrong>hidrogen\u003C\u002Fstrong>. Gas kedua (dari kutub lain) tidak terbakar sendiri, tetapi membuat kayu yang sudah membara menyala lebih terang—itu \u003Cstrong>oksigen\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>&quot;Kita benar-benar telah, melalui percobaan itu, mengubah air menjadi zat gas itu.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Ketika kedua gas dicampur (2 volume hidrogen + 1 volume oksigen) lalu diberi percikan listrik, mereka meledak dan berubah kembali menjadi air—terlihat ada tetesan air di dinding wadah.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Sifat Oksigen\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Oksigen adalah gas berat (1 pint ≈ 12 grain), sedangkan hidrogen sangat ringan (1 pint ≈ ¾ grain). Oksigen membuat pembakaran jauh lebih kuat daripada udara biasa:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Lilin yang menyala dalam oksigen menjadi sangat terang\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Kawat besi bisa terbakar hebat dalam oksigen\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Belerang dan fosfor juga terbakar jauh lebih terang\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cp>&quot;Sungguh menakjubkan betapa besar daya dukung zat ini terhadap pembakaran.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Kesimpulan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Air terdiri dari \u003Cstrong>hidrogen\u003C\u002Fstrong> (11,1% berat) dan \u003Cstrong>oksigen\u003C\u002Fstrong> (88,9% berat). Lilin yang terbakar mengambil oksigen dari udara, lalu bergabung dengan hidrogen dari lilin membentuk air. Oksigen ada di atmosfer dan diperlukan untuk pembakaran. Faraday juga menunjukkan bahwa kalium yang dimasukkan ke air akan &quot;mencuri&quot; oksigen dari air, membebaskan hidrogen yang terbakar—bahkan es pun bisa membakar kalium.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Pada kuliah berikutnya, Faraday akan menjelaskan bahwa selama kita mengikuti hukum alam, pembakaran biasa (lilin, gas, bahan bakar) tidak menimbulkan efek berbahaya seperti yang terlihat pada eksperimen-eksperimen ekstrem ini.\u003C\u002Fp>\n"]