[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$f6pFIdrraXVPcVg8Vs6gMwKHwOnuBNOvQrxcMKGqb2pQ":3},{"work":4,"section":9,"illustrationUrl":12,"canModernize":13,"ejaan":14,"prev":15,"next":18,"variant":7,"html":21},{"slug":5,"title":6,"presentation":7,"spelling":8},"the-chemical-history-of-a-candle","The Chemical History of a Candle","ringkasan","eyd",{"ordinal":10,"title":11},6,"LECTURE VI.",null,false,"asli",{"ordinal":16,"title":17},5,"LECTURE V.",{"ordinal":19,"title":20},7,"A CANDLE: THE FLAME—ITS SOURCES—STRUCTURE—MOBILITY—BRIGHTNESS.","\u003Cp>\u003Cstrong>Ringkasan Bab VI: Karbon (Arang) – Gas Batu Bara – Pernapasan dan Analognya dengan Pembakaran Lilin – Kesimpulan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Faraday memulai dengan membahas \u003Cstrong>karbon atau arang\u003C\u002Fstrong>. Arang diperoleh dari pembakaran kayu secara tidak sempurna; hampir seluruhnya adalah karbon murni. Karbon inilah yang menjadi bahan padat pada lilin dan pada tubuh makhluk hidup.\u003Cbr>\u003Cem>Ilustrasi penjelas:\u003C\u002Fem> Bayangkan sepotong kayu dibakar setengah matang – yang tersisa hitam adalah karbon.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Selanjutnya ia membahas \u003Cstrong>gas batu bara (coal-gas)\u003C\u002Fstrong>. Gas ini dibuat dengan memanaskan batu bara dalam bejana tertutup. Gas tersebut mengandung karbon dan hidrogen, dan ketika dibakar menghasilkan karbon dioksida dan uap air – sama seperti lilin. Gas batu bara digunakan untuk penerangan jalan dan rumah.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Bagian terpenting adalah \u003Cstrong>analogi antara pernapasan dan pembakaran lilin\u003C\u002Fstrong>. Faraday menjelaskan bahwa setiap kali kita bernapas, kita menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida serta uap air. Proses ini persis seperti yang terjadi pada lilin yang menyala.\u003Cbr>&quot;\u003Cem>Dengan demikian kita melihat bahwa proses pernapasan pada dasarnya sama dengan pembakaran lilin.\u003C\u002Fem>&quot; (kutipan terjemahan)\u003Cbr>Panas tubuh kita berasal dari oksidasi makanan – mirip dengan lilin yang membakar lilinnya. Tubuh kita, seperti lilin, membutuhkan pasokan oksigen terus-menerus dan menghasilkan produk buangan yang sama.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Dalam \u003Cstrong>kesimpulan\u003C\u002Fstrong>, Faraday menekankan bahwa hukum alam yang mengatur nyala lilin juga mengatur kehidupan kita. Udara yang kita hirup, oksigen yang memberi energi, dan karbon yang kita keluarkan semuanya adalah bagian dari siklus kimia yang sama.\u003Cbr>&quot;\u003Cem>Tidak ada satu pun hukum alam yang berlaku pada nyala lilin yang tidak berlaku pada tubuh yang hidup.\u003C\u002Fem>&quot; (kutipan terjemahan)\u003Cbr>Ia mengajak pendengar untuk merenungkan betapa menakjubkannya proses sederhana ini – dari sebatang lilin kita belajar tentang kehidupan, pernapasan, dan keseimbangan alam.\u003C\u002Fp>\n"]