[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$f8EosKSH1v5mGblTG0j5jx1Pr4cL5oTykxNPVZpDsVj4":3},{"work":4,"section":9,"illustrationUrl":12,"canModernize":13,"ejaan":14,"prev":15,"next":18,"variant":7,"html":21},{"slug":5,"title":6,"presentation":7,"spelling":8},"the-chemical-history-of-a-candle","The Chemical History of a Candle","ringkasan","eyd",{"ordinal":10,"title":11},9,"LECTURE III.",null,false,"asli",{"ordinal":16,"title":17},8,"LECTURE II.",{"ordinal":19,"title":20},10,"LECTURE IV.","\u003Ch2>RINGKASAN LECTURE III: PRODUK PEMBAKARAN LILIN – AIR DAN HIDROGEN\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Pada pertemuan sebelumnya, kita menemukan bahwa lilin yang terbakar menghasilkan beberapa produk. Salah satunya naik ke atas dalam bentuk arus yang tidak terlihat. Sebagian dari arus itu dapat diembunkan (diubah kembali menjadi cair) dengan benda dingin, dan sebagian lagi tidak.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Air sebagai produk utama pembakaran\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Bagian yang dapat diembunkan ternyata adalah air—tidak lain dan tidak bukan. Faraday mendemonstrasikannya dengan menampung tetesan air dari hasil pembakaran lilin, lalu menguji tetesan itu menggunakan kalium (logam yang ditemukan Sir Humphry Davy). Kalium bereaksi hebat dengan air, menyala dan terbakar. Tetesan dari lilin pun bereaksi sama, membuktikan bahwa itu air.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cem>Ilustrasi:\u003C\u002Fem> Jika Anda memegang sendok dingin di atas nyala lilin, uap air akan mengembun di permukaannya, persis seperti embun di gelas dingin.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Air yang dihasilkan dari pembakaran lilin, lampu spiritus, lampu gas, atau lilin lilin—semuanya sama persis. &quot;Water is one individual thing—it never changes.&quot; (Air adalah satu hal yang tunggal—ia tidak pernah berubah.) Satu pint minyak yang dibakar sempurna menghasilkan lebih dari satu pint air.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sifat-sifat air\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Air dapat berada dalam tiga wujud: padat (es), cair, dan gas (uap). Dalam setiap wujud, volume air berubah drastis:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Air membeku menjadi es\u003C\u002Fstrong> – volume membesar. Faraday memasukkan air ke dalam botol besi tebal, lalu membekukannya dengan campuran garam dan es. Botol itu pecah karena es memuai. Inilah mengapa es mengapung di air—es lebih ringan karena volumenya lebih besar dari air yang sama massanya.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Air dipanaskan menjadi uap\u003C\u002Fstrong> – volume membesar dahsyat. Satu inci kubik air dapat mengembang menjadi satu kaki kubik uap. Jika uap didinginkan, ia mengembun kembali menjadi air, volumenya menyusut drastis. Faraday mendemonstrasikannya dengan menutup rapat wadah berisi uap lalu mendinginkannya—wadah itu penyok karena ruang hampa.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Dari mana air dalam pembakaran lilin berasal?\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Air tidak ada di dalam lilin sebelumnya, juga tidak ada di udara begitu saja. Air muncul dari kerja sama antara lilin (mengandung karbon dan hidrogen) dan udara (mengandung oksigen). Sebagian dari lilin, sebagian dari udara. Inilah yang akan kita telusuri lebih lanjut.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Hidrogen – gas yang dihasilkan dari air\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Melalui percobaan, Faraday menunjukkan bahwa air dapat diuraikan. Besi yang dipanaskan merah membara dialiri uap air. Besi menjadi lebih berat (karena mengikat oksigen dari uap air), dan gas lain keluar. Gas itu tidak seperti uap air—ia tidak mengembun, dan ternyata \u003Cstrong>mudah terbakar\u003C\u002Fstrong>. Gas itu disebut \u003Cstrong>hidrogen\u003C\u002Fstrong>, yang dalam bahasa Yunani berarti &quot;pembentuk air&quot;. Hidrogen adalah salah satu unsur (tidak bisa diuraikan lagi).\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cem>Ilustrasi:\u003C\u002Fem> Anda bisa membuat hidrogen sendiri di rumah dengan hati-hati: masukkan potongan seng ke dalam botol, tambah sedikit asam sulfat encer. Gelembung gas yang keluar adalah hidrogen. Jika Anda nyalakan ujung pipa, gas itu terbakar dengan nyala pucat namun sangat panas.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sifat hidrogen\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Sangat ringan – lebih ringan dari udara. Faraday meniup gelembung sabun dengan hidrogen, dan gelembung itu terbang ke langit-langit. Ia juga mengisi balon kecil dengan hidrogen, dan balon itu melayang.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Perbandingan berat: satu pint hidrogen beratnya hanya ¾ grain (≈0,05 gram), sedangkan satu pint air beratnya 8.750 grain (≈567 gram). Satu kaki kubik hidrogen beratnya 1\u002F12 ons, satu kaki kubik air hampir 1.000 ons.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Saat dibakar, hidrogen \u003Cstrong>hanya menghasilkan air\u003C\u002Fstrong> – tidak ada abu atau jelaga. Ini satu-satunya zat di alam yang produk pembakarannya hanya air.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Penutup: menuju pertemuan berikutnya\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Faraday memperkenalkan baterai volta (tumpukan listrik) yang dapat menghasilkan percikan api sangat kuat. Dengan alat ini, ia akan menguraikan air menjadi unsur-unsurnya pada pertemuan mendatang. &quot;This light is, in fact, produced by a forty-zinc power of burning… it is a most intense thing.&quot; (Cahaya ini dihasilkan oleh daya pembakaran setara empat puluh seng… ia sangat kuat.)\u003C\u002Fp>\n"]