[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$fTgRhbGf0LUzHMyfYHNV5vJjxVfGiKGUmQTIi9QzVrK4":3},{"work":4,"section":9,"illustrationUrl":12,"canModernize":13,"ejaan":14,"prev":15,"next":18,"variant":7,"html":21},{"slug":5,"title":6,"presentation":7,"spelling":8},"the-odyssey","The Odyssey","ringkasan","eyd",{"ordinal":10,"title":11},18,"BOOK XIV.",null,false,"asli",{"ordinal":16,"title":17},17,"BOOK XIII.",{"ordinal":19,"title":20},19,"BOOK XV.","\u003Cp>Odysseus dalam penyamaran tiba di pondok Eumaeus, pelayan setia yang menjaga babi di pinggir hutan. Anjing-anjing penjaga menyerangnya, tetapi Eumaeus menghalau mereka lalu menyambutnya dengan ramah dan membawanya masuk.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Eumaeus menghidangkan daging babi panggang dan anggur. Ia bercerita tentang tuannya yang hilang, Odysseus, dan betapa ia merindukannya. &quot;Tidak ada tuan yang selembut dia. Orang tuaku sendiri tidak lebih kusayangi daripada dia.&quot; Ia juga mengeluh tentang para pelamar yang boros dan menghabiskan harta rumah.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Odysseus—masih menyamar—berkata bahwa Odysseus pasti akan kembali dalam waktu dekat. Namun Eumaeus tidak percaya, karena banyak pengembara yang datang dengan kabar palsu. Ia malah cemas terhadap Telemachus yang pergi mencari ayahnya, karena dikhawatirkan dalam bahaya.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Untuk meyakinkan, Odysseus menceritakan kisah palsu tentang dirinya: ia mengaku seorang ksatria dari Kreta, anak dari Castor Hylacides, yang pernah bertempur di Troya, lalu dirampok di Mesir, diperbudak oleh pelaut Fenisia, kapalnya karam, dan akhirnya terdampar di Thesprotia. Di sana ia mendengar bahwa Odysseus sedang bersiap pulang. Ia tiba di Ithaca setelah dibelenggu oleh pelaut yang hendak menjualnya, lalu melarikan diri.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Eumaeus tetap ragu, tetapi tetap memberinya tempat tidur dari kulit kambing dan selimut tebal. Saat badai malam hari, Odysseus bercerita tentang masa mudanya di Troya ketika ia meminjam jubah Odysseus dengan kelicikan. Eumaeus menjanjikan pakaian baru besok dan menyuruhnya tidur nyenyak. Ia sendiri pergi menjaga babi-babinya di kandang batu.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Kutipan kunci: &quot;Tidak ada tuan yang selembut dia. Orang tuaku sendiri tidak lebih kusayangi daripada dia.&quot; — Eumaeus tentang Odysseus.\u003C\u002Fp>\n"]