[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$fmWuhFSckimFcxg2AfWoh3xCf1SZrOVy5fQ3P0sW6Lr0":3},{"work":4,"section":9,"illustrationUrl":12,"canModernize":13,"ejaan":14,"prev":15,"next":18,"variant":7,"html":21},{"slug":5,"title":6,"presentation":7,"spelling":8},"the-odyssey","The Odyssey","ringkasan","eyd",{"ordinal":10,"title":11},22,"BOOK XVIII.",null,false,"asli",{"ordinal":16,"title":17},21,"ARGUMENT.",{"ordinal":19,"title":20},23,"BOOK XIX.","\u003Cp>\u003Cstrong>RINGKASAN BAB 18: PERTARUNGAN ODISSEUS DAN IRUS\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Seorang pengemis bernama Irus (nama asli Arnaeus) menantang Odisseus yang menyamar sebagai pengemis tua. Irus adalah pelayan para pelamar yang suka makan dan menindas pengemis lain. Ia mengusir Odisseus dengan kasar, tetapi Odisseus membalas dengan tenang.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Para pelamar, dipimpin Antinous, malah menyemangati mereka berkelahi. Mereka menjanjikan hadiah makanan bagi pemenang. Odisseus setuju dengan syarat tidak ada yang ikut campur. Telemakhus mendukungnya.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Pertarungan pun terjadi. Odisseus, meskipun tua, masih kuat. Ia hanya memukul setengah tenaga, tapi pukulannya menghancurkan rahang Irus. Irus jatuh tersungkur, darah dan gigi berhamburan. Odisseus menyeretnya keluar dan berkata:\u003C\u002Fp>\n\u003Cblockquote>\n\u003Cp>&quot;Engkau boleh menakuti anjing dan menjadi raja bagi binatang, tapi tunjukkan belas kasihan pada orang miskin, atau suatu hari dewa akan menghukummu.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fblockquote>\n\u003Cp>Para pelamar tertawa dan memberi Odisseus hadiah makanan. Amphinomus, salah satu pelamar yang lebih baik hati, memberi anggur dan mendoakannya. Odisseus menasihatinya:\u003C\u002Fp>\n\u003Cblockquote>\n\u003Cp>&quot;Manusia itu paling sia-sia. Hari ini ia sombong, besok jatuh. Dulu aku juga kaya dan sombong. Maka jangan bangga, hadapi yang baik dengan rendah hati dan yang buruk dengan sabar. Para pelamar ini akan binasa jika Odisseus kembali.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fblockquote>\n\u003Cp>Amphinomus merasa cemas tapi tetap tinggal; sudah takdirnya ia akan mati oleh Telemakhus.\u003C\u002Fp>\n\u003Chr>\n\u003Cp>Sementara itu, dewi Athena membangkitkan keinginan Penelope untuk turun menemui para pelamar. Penelope awalnya ragu, tapi Eurynome menyuruhnya berdandan. Penelope menolak, karena ia hanya ingin cantik untuk Odisseus. Namun Athena memberinya tidur nyenyak dan memancarkan kecantikan dewi.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Penelope turun dengan ditemui dayang-dayang. Para pelamar terpesona. Penelope menegur Telemakhus karena membiarkan pengemis (Odisseus) diperlakukan kasar, tapi Telemakhus menjelaskan bahwa hanya Irus yang bersalah dan sudah dihukum.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Eurymachus memuji kecantikan Penelope. Penelope menjawab dengan sedih, mengenang kepergian Odisseus dan amanatnya: jika ia tak kembali saat Telemakhus dewasa, Penelope boleh menikah lagi. Sekarang Telemakhus sudah dewasa, namun Penelope masih berduka. Ia mengejek para pelamar yang hanya mau mengambil, bukan memberi hadiah seperti pelamar sejati.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Para pelamar segera mengirim hadiah: Antinous memberi jubah dengan 12 jepit emas, Eurymachus memberi gelang emas dan ambar, Pisander memberi kalung, dan semua memberi sesuatu. Penelope menerima lalu naik ke kamar.\u003C\u002Fp>\n\u003Chr>\n\u003Cp>Malam tiba. Odisseus menawarkan diri menjaga api unggun. Seorang dayang bernama Melantho (yang berselingkuh dengan Eurymachus) mengejeknya. Odisseus mengancam akan melaporkannya ke Telemakhus. Dayang-dayang itu pun diam.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Eurymachus mulai mengejek Odisseus dengan menyebut kepalanya botak seperti lampu. Ia menawari Odisseus pekerjaan sebagai buruh kebun, dengan nada meremehkan. Odisseus marah dan membalas:\u003C\u002Fp>\n\u003Cblockquote>\n\u003Cp>&quot;Jika kita bertanding kerja di ladang atau berperang, kau akan lihat siapa sebenarnya aku. Jangan hina orang hanya karena kau di antara pengecut. Jika Odisseus kembali, kau akan lari terbirit-birit.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fblockquote>\n\u003Cp>Eurymachus marah dan melempar bangku ke arah Odisseus, tapi meleset dan mengenai seorang pelayan yang menuang anggur. Ruangan kacau. Para pelamar lain mengomel karena pertengkaran gara-gara pengemis.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Telemakhus dengan tegas menyuruh mereka pergi. Amphinomus melerai: setuju untuk tidak menganiaya tamu, dan mengusulkan bersulang untuk dewa, lalu pulang. Semua setuju, minum, dan bubar.\u003C\u002Fp>\n"]