[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$fvrRidnRFjTyrNflKSGo5Q-GNa2TPIzkNnV4cn15RC8U":3},{"work":4,"section":9,"illustrationUrl":12,"canModernize":13,"ejaan":14,"prev":15,"next":18,"variant":7,"html":21},{"slug":5,"title":6,"presentation":7,"spelling":8},"the-odyssey","The Odyssey","ringkasan","eyd",{"ordinal":10,"title":11},23,"BOOK XIX.",null,false,"asli",{"ordinal":16,"title":17},22,"BOOK XVIII.",{"ordinal":19,"title":20},24,"ARGUMENT.","\u003Ch3>Ringkasan Bab 19: Penemuan Odysseus oleh Euryclea\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Pemindahan senjata dan rencana rahasia\u003C\u002Fstrong>\nOdysseus dan putranya Telemachus memindahkan semua senjata dari ruang utama ke tempat penyimpanan rahasia. Alasan yang dibuat-buat: senjata sudah berkarat terkena asap sejak Odysseus pergi. Mereka ingin mencegah para pelamar menggunakan senjata saat pesta. Telemachus menyuruh Euryclea (pengasuh tua) mengunci para pelayan wanita di kamar mereka.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Percakapan Odysseus dengan Penelope\u003C\u002Fstrong>\nPenelope datang dan duduk di kursi gading. Melantho (pelayan yang kurang ajar) menghina Odysseus yang menyamar sebagai pengemis, tapi Penelope membelanya dan menyuruhnya duduk. Penelope bertanya siapa dirinya. Odysseus menjawab dengan cerita palsu: ia berasal dari Kreta, bernama Aethon, dan pernah menjamu Odysseus di istananya selama 12 hari saat badai. Ia menggambarkan pakaian Odysseus secara detail—jubah ungu dengan jepit emas bergambar anjing dan rusa, serta pelayan Eurybates. Penelope menangis mendengar itu, karena mengenali suaminya.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Kabar bahwa Odysseus akan kembali\u003C\u002Fstrong>\nOdysseus meyakinkan Penelope bahwa Odysseus masih hidup. Ia mengaku mendengar kabar dari Thesprotia bahwa Odysseus akan kembali dalam sebulan, saat bulan baru. Ia bersumpah dengan Zeus dan dewa rumah.\u003C\u002Fp>\n\u003Cblockquote>\n\u003Cp>“By Jove, the source of good, supreme in power! By the bless&#39;d genius of this friendly bower! I ratify my speech, before the sun His annual longitude of heaven shall run; When the pale empress of yon starry train In the next month renews her faded wane, Ulysses will assert his rightful reign.”\n(Terjemahan: &quot;Demi Zeus, sumber segala kebaikan! Demi genius pemberkah rumah ini! Aku tegaskan ucapanku: sebelum matahari menempuh perjalanan tahunannya, saat bulan pucat di langit berganti wujud baru bulan depan, Odysseus akan menegakkan kembali kekuasaannya.&quot;)\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fblockquote>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Mandi dan pengakuan Euryclea\u003C\u002Fstrong>\nPenelope memerintahkan agar pengemis itu dimandikan. Odysseus menolak dilayani oleh pelayan sembarangan, dan meminta Euryclea saja. Euryclea, yang pernah menjadi pengasuh Odysseus, tersentuh melihat kemiripan pengemis itu dengan tuannya. Saat memandikan kakinya, ia melihat bekas luka di lutut yang dulu didapat Odysseus saat berburu babi hutan di Gunung Parnassus.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Kisah luka itu (sisipan)\u003C\u002Fstrong>\nLuka itu terjadi saat Odysseus muda mengunjungi kakeknya Autolycus di Parnassus. Saat berburu babi hutan, binatang itu menyerang dan melukai lututnya. Odysseus berhasil membunuh babi itu. Keluarganya menyembuhkan luka dengan nyanyian suci, dan bekasnya tetap ada.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Euryclea mengenali Odysseus\u003C\u002Fstrong>\nBegitu melihat luka itu, Euryclea terkejut dan hampir berteriak. Ia memeluk kaki Odysseus sambil berbisik, &quot;Anakku! Rajaku!&quot; Odysseus segera menutup mulutnya dan melarangnya memberitahu siapa pun, termasuk Penelope, karena rencana pembalasan dendam kepada para pelamar belum selesai. Euryclea berjanji akan diam.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Penutup\u003C\u002Fstrong>\nPenelope menceritakan mimpinya tentang elang yang membunuh 20 angsa—ditafsirkan Odysseus sebagai pertanda bahwa ia akan membunuh para pelamar. Penelope ragu, karena mimpi bisa menipu: ada dua gerbang mimpi, satu dari gading (tipuan) dan satu dari tanduk (kebenaran). Ia lalu mengumumkan rencana sayembara memanah dengan busur Odysseus: siapa yang bisa melesatkan anak panah menembus 12 lubang kapak akan menjadi suaminya. Odysseus diam-diam mendukung ide itu. Akhirnya Penelope naik ke kamar dan Athena menidurkannya dengan lelap.\u003C\u002Fp>\n"]