[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$fMAvez_pgpSxPCiAsHjwsUTf77Q41pxitdJh-hzWxONA":3},{"work":4,"section":9,"illustrationUrl":12,"canModernize":13,"ejaan":14,"prev":15,"next":12,"variant":7,"html":17},{"slug":5,"title":6,"presentation":7,"spelling":8},"the-odyssey","The Odyssey","ringkasan","eyd",{"ordinal":10,"title":11},28,"ARGUMENT.",null,false,"asli",{"ordinal":16,"title":11},27,"\u003Ch2>Ringkasan Bab &quot;ARGUMENT&quot; — The Odyssey\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Jiwa para pelamar diantar ke alam baka.\u003C\u002Fstrong> Hermes (utusan dewa) membawa arwah para pelamar yang telah dibunuh Odysseus ke dunia bawah. Di sana mereka bertemu arwah Agamemnon dan Achilles yang sedang bercakap-cakap tentang kematian dan kehormatan. Agamemnon menceritakan pemakaman megah Achilles dan nasibnya sendiri yang dibunuh istri dan kekasihnya sepulang perang.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Amphimedon (salah satu pelamar) menjelaskan kematian mereka.\u003C\u002Fstrong> Ia menceritakan kepada Agamemnon bagaimana Penelope menipu para pelamar dengan menenun kain kafan untuk Laertes — setiap malam ia menguraikan kembali tenunannya selama tiga tahun. Ketika tipuan terbongkar, ia terpaksa menyelesaikannya. Saat itulah Odysseus kembali menyamar sebagai pengemis, lalu bersama Telemachus membantai semua pelamar dengan busur.\u003C\u002Fp>\n\u003Cblockquote>\n\u003Cp>&quot;Begitulah, Atrides yang agung, begitulah Odysseus mengusir bayang-bayang yang kau lihat dari alam atas sana; mayat kami kini tergeletak di lantai marmer, dingin dan tak terurus.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fblockquote>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Odysseus mengunjungi ayahnya, Laertes.\u003C\u002Fstrong> Odysseus pergi ke kebun tempat Laertes bekerja sendirian. Ia menyamar sebagai orang asing dan menguji ingatan ayahnya. Setelah melihat kesedihan Laertes, Odysseus memperkenalkan diri dengan menunjukkan bekas luka babi hutan dan menyebut dua belas pohon pir, sepuluh pohon apel, lima puluh pohon ara, serta deretan anggur yang dulu diberikan Laertes kepadanya saat kecil.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Laertes sangat gembira.\u003C\u002Fstrong> Mereka kembali ke pondok. Di sana Dolius dan para pelayan mengakui Odysseus. Laertes dimandikan dan didandani, sehingga tampak seperti dewa.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Pemberontakan warga Ithaca.\u003C\u002Fstrong> Eupithes, ayah Antinous, menghasut warga untuk membalas dendam. Halitherses yang bijak menasihati agar tidak menyerang karena kematian para pelamar adalah hukuman yang adil, tetapi sebagian besar tetap marah. Mereka bersenjata dan berbaris.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Pertempuran dan perdamaian.\u003C\u002Fstrong> Athena turun dari Olympus. Dalam pertempuran, Laertes melempar tombak dan membunuh Eupithes. Saat pertempuran akan berlangsung lebih parah, Athena berseru memerintahkan perdamaian. Para pemberontak ketakutan dan menjatuhkan senjata. Odysseus patuh. Athena, dalam wujud Mentor, meneguhkan perdamaian antara Odysseus dan rakyatnya. Rakyat mengakui Odysseus sebagai raja yang sah.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Ini adalah akhir dari Odyssey.\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n"]