[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$fCbnLpn27aZ1tSOepPkFmxpTzy3aHzHN5j-k-GsM61sc":3},{"work":4,"section":9,"illustrationUrl":12,"canModernize":13,"ejaan":14,"prev":15,"next":18,"variant":7,"html":21},{"slug":5,"title":6,"presentation":7,"spelling":8},"the-odyssey","The Odyssey","ringkasan","eyd",{"ordinal":10,"title":11},5,"BOOK I.",null,false,"asli",{"ordinal":16,"title":17},3,"INTRODUCTION.",{"ordinal":19,"title":20},6,"BOOK II.","\u003Ch2>RINGKASAN BAB I: TURUNNYA MINERVA KE ITHACA\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Pembukaan:\u003C\u002Fstrong>\u003Cbr>Puisi dimulai 48 hari sebelum kedatangan Ulysses di tanah airnya. Ia telah tujuh tahun ditawan di pulau Calypso. Para dewa berkumpul di Olympus dan memutuskan untuk mengirim Hermes ke Calypso agar membebaskan Ulysses. Sementara itu, Minerva (Pallas) turun ke Ithaca.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Dewan Dewa:\u003C\u002Fstrong>\u003Cbr>Zeus membuka sidang dengan membicarakan nasib Aegisthus yang dibunuh Orestes. Ia menyesali manusia yang suka menyalahkan takdir atas kesalahan sendiri.\u003Cbr>\u003Cem>Kutipan:\u003C\u002Fem> &quot;Manusia yang suka menyalahkan takdir atas kesalahan mereka sendiri, padahal mereka bebas memilih.&quot;\u003Cbr>Minerva membela Ulysses yang masih terdampar di pulau Calypso, dijauhkan dari keluarganya. Zeus menjawab bahwa kemarahan Poseidon (Neptune) karena Ulysses membutakan putranya, Polyphemus. Namun para dewa sepakat membantu Ulysses pulang. Minerva mengusulkan: Hermes ke Calypso, sementara ia sendiri akan menemui Telemachus di Ithaca.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Pertemuan dengan Telemachus:\u003C\u002Fstrong>\u003Cbr>Minerva menyamar sebagai Mentes, raja Taphos. Di istana Ithaca, ia melihat para pelamar Penelope sedang berpesta pora. Telemachus menyambutnya sebagai tamu. Dalam percakapan, Telemachus mengeluh bahwa para pelamar menghabiskan harta ayahnya dan mengingini ibunya. Minerva menasihatinya:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Kumpulkan dewan dan usir para pelamar.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Cari kabar ayahnya ke Pylos (Nestor) dan Sparta (Menelaus).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Jika Ulysses sudah mati, bangunkan makam dan nikahkan ibunya.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Jadilah pemberani seperti Orestes.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cp>Setelah memberi nasihat, Minerva menghilang. Telemachus sadar bahwa tamunya adalah dewa.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Reaksi di Istana:\u003C\u002Fstrong>\u003Cbr>Penelope mendengar nyanyian Phemius tentang kepulangan para pahlawan Yunani. Ia sedih dan meminta lagu diganti. Telemachus menegurnya: &quot;Urusan ini adalah urusan pria. Ibu, pergilah ke kamar dan tenunlah kain.&quot; Penelope pun pergi.\u003Cbr>Para pelamar marah mendengar sikap tegas Telemachus. Antinous mengejeknya, namun Telemachus dengan berani menantang mereka dan mengancam akan memanggil dewan keesokan hari.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Penutup Malam:\u003C\u002Fstrong>\u003Cbr>Pesta usai. Para pelamar pulang. Telemachus tidur di kamarnya, ditemani oleh Euryclea, pengasuh setia. Ia merenungkan nasihat sang dewi dan menyusun rencana.\u003C\u002Fp>\n\u003Chr>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Ilustrasi penjelas:\u003C\u002Fstrong>\u003Cbr>Bayangkan rapat para dewa seperti rapat negara yang memutuskan nasib seorang pahlawan. Minerva seperti pembela yang gigih, sementara Zeus adalah hakim yang adil. Telemachus, seorang pemuda yang baru dewasa, harus berani mengambil alih kendali rumahnya yang kacau karena ulah tamu tak diundang.\u003C\u002Fp>\n"]