[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$fyOelpS1Eav3y6_o_uzOgdIHQ6zKZKlrNPdHPu4u9JVA":3},{"work":4,"section":9,"illustrationUrl":12,"canModernize":13,"ejaan":14,"prev":15,"next":18,"variant":7,"html":21},{"slug":5,"title":6,"presentation":7,"spelling":8},"the-pagan-tribes-of-borneo-a-description-of-their-physical-moral-and-intellectual-condition-with-some-discussion-of-their-ethnic-relations","The Pagan Tribes of Borneo: A Description of Their Physical Moral and Intellectual Condition, with Some Discussion of Their Ethnic Relations","ringkasan","eyd",{"ordinal":10,"title":11},17,"CHAPTER 12",null,false,"asli",{"ordinal":16,"title":17},16,"CHAPTER 11",{"ordinal":19,"title":20},18,"CHAPTER 13","\u003Cp>\u003Cstrong>Ringkasan Bab 12: Seni Dekoratif\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Semua suku di Kalimantan mempraktikkan sejumlah seni dekoratif. Beberapa suku Klemantan, terutama Malanau, melampaui suku lain karena capaian tinggi dalam berbagai seni; namun tiap suku atau subsuku mewarisi tradisi satu atau dua seni yang menjadi keahlian khusus. Contoh: suku Klemantan unggul dalam ukiran kayu halus; Kayan dalam tato dan torehan baja; Kenyah dalam lukisan perisai dan ukiran relief rendah; Barawan dan Sebop dalam anyaman manik; Kalabit dan Iban dalam desain bambu; Punan dalam anyaman tikar; Kanowit dan Tanjong dalam anyaman basket.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Ukiran Kayu\u003C\u002Fstrong> adalah seni dekoratif yang paling umum dan terpenting. Alat utama: pedang, pisau kecil di sarung pedang, serta beliung dan kapak berbagai ukuran. Pisau kecil memiliki bilah 3 inci dengan gagang kayu keras sepanjang 1 kaki. Bilah dipegang di antara ibu jari dan jari, gagang diapit antara lengan bawah dan tulang rusuk bawah untuk tenaga ekstra. Beliung terbuat dari bilah baja segitiga runcing yang diikat ke gagang kayu lentur. Ukiran kayu sering dicat hitam dan merah dari jelaga dan oksida besi yang dicampur air tebu atau kapur; pigmen dioleskan jari, garis halus dibantu bilah kayu.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Anyaman Manik\u003C\u002Fstrong> sangat dihargai, terutama manik tua (banyak diimpor dari China, Timur Dekat, Venesia). Manik paling berharga disebut \u003Cem>Lukut Sekala\u003C\u002Fem>; kepemilikannya diketahui seluas daerah layaknya karya seni kuno. Istri kepala suku kaya bisa memiliki manik senilai ribuan pound. Wanita memakainya sebagai kalung dan ikat pinggang. Manik modern Eropa juga dipakai untuk berbagai hiasan, dengan desain dua warna (sering hitam-kuning). Benang dari serat nanas. Desain digambar di papan, lalu manik dirangkai sesuai pola.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Dekorasi Bambu\u003C\u002Fstrong> sederhana namun efektif. Pola digores dengan ujung pisau dari ingatan. Iban bekerja lebih bebas dan sering memodifikasi pola. Untuk menonjolkan desain, latar digelapkan: dengan goresan paralel atau dikerok lalu dicat hitam\u002Fmerah, lalu digosok; desain tetap dalam warna bambu alami.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Anyaman Rotan (Lashing)\u003C\u002Fstrong> mengganti paku, sekrup, paku keling. Yang terbaik dari Kalabit, menutup kotak bambu dengan anyaman rapat menghasilkan desain geometris kuning-hitam. Anyaman juga mengikat sarung pedang dan gagang pisau.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Lukisan\u003C\u002Fstrong> pada permukaan kayu datar, terutama perisai, dinding, makam, perahu. Pigmen asli: hitam (jelaga), merah (oksida besi), putih (kapur). Digambar bebas dengan ujung jari. Kadang ditambah indigo dan kuning dari pasar. Suku-suku juga membuat gambar kasar dengan arang di dinding galeri rumah, menggambarkan pemandangan kehidupan.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Anyaman Kerang\u003C\u002Fstrong> digunakan oleh wanita Iban untuk menghias baju, oleh Kalabit pada topi, dan lebih jarang pada basket.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Desain Dekoratif\u003C\u002Fstrong> dibagi lima kelompok: (1) pola permukaan (banyak dari bentuk hewan: anjing, udang, manusia, monyet, kadal), (2) ukiran padat\u002Frelief tinggi (figur manusia dan hewan untuk tiang, haluan perahu, ujung balok atap), (3) gagang pedang (bentuk manusia berdiri di atas kepala anjing\u002Fbuaya), (4) fretwork (pola anjing termodifikasi untuk makam kepala suku), (5) torehan pada bilah pedang (pola spiral, Kayan). Pola anjing (\u003Cem>Kalang Asu\u003C\u002Fem>) paling dominan; banyak pemahat tidak sadar asal-usulnya.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Tato\u003C\u002Fstrong> adalah praktik luas. Daftar suku yang tidak bertato: Punan, Maloh, Land Dayak, dan beberapa Klemantan (Malanau, Miri, dll). Suku Kayan adalah yang paling banyak bertato, dengan desain yang paling baik secara artistik.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Tato Kayan:\u003C\u002Fstrong> Laki-laki bertato terutama untuk hiasan; tidak ada upacara khusus. Jika laki-laki telah memenggal kepala musuh, ia bisa bertato di punggung tangan dan jari. Desain pada pergelangan tangan (disebut \u003Cem>Lukut\u003C\u002Fem> — nama manik antik) dipercaya mengikat jiwa agar tidak lolos. Pola anjing di lengan bawah dan paha. Roset\u002Fstar di bahu dan dada, kemungkinan berasal dari mata pola anjing. Wanita Kayan bertato rumit di seluruh lengan bawah, punggung tangan, paha hingga bawah lutut, dan telapak kaki. Ini proses panjang (sampai 4 tahun), dengan upacara rumit. Wanita bertato karena percaya desain berfungsi sebagai obor di alam baka — tanpa itu mereka akan gelap gulita. &quot;Para wanita... percaya bahwa desain berfungsi sebagai obor di alam baka, dan tanpa penerangan itu mereka akan tetap dalam kegelapan total.&quot;\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Tato Kenyah\u003C\u002Fstrong> mirip Kayan, tapi wanita tidak bertato di paha. Suku Kenyah-Klemantan memiliki variasi: Long Glat menghias paha dengan motif burung enggang; Uma Long paling primitif (stippling); Murut dan Kalabit punya desain geometris sederhana. Bakatan dan Ukit unik karena desainnya negatif (warna kulit alami dengan latar bertato). Sea Dayak (Iban) paling ekstensif bertato pada laki-laki, tapi desainnya terdegradasi karena dipinjam dari suku lain tanpa makna asli. Tabel di akhir bab merangkum bentuk tato, bagian tubuh, upacara, dan tujuan tato untuk setiap suku.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Kesimpulan:\u003C\u002Fstrong> Tato tidak terlalu berguna untuk masalah rasial karena banyak pertukaran desain. Seni dekoratif Kalimantan bersifat amatir — meskipun beberapa ahli, mereka tidak bergantung padanya untuk hidup.\u003C\u002Fp>\n"]