[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$fCHDqqMHJqmETgSOwX8JRP-Xf6tjF5AEkQZuXF6U2p1Y":3},{"work":4,"overview":18,"toc":19},{"id":5,"slug":6,"title":7,"subtitle":8,"language":9,"workType":10,"presentation":11,"spelling":12,"yearPublished":8,"status":13,"metadata":14,"author":16,"authorSlug":17,"coverUrl":8},"gutenberg-3307","the-pagan-tribes-of-borneo-a-description-of-their-physical-moral-and-intellectual-condition-with-some-discussion-of-their-ethnic-relations","The Pagan Tribes of Borneo: A Description of Their Physical Moral and Intellectual Condition, with Some Discussion of Their Ethnic Relations",null,"en","book","ringkasan","eyd","published",{"section_count":15},37,"Hose, Charles","hose-charles","\u003Ch2>Ringkasan Keseluruhan: \u003Cem>The Pagan Tribes of Borneo\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fh2>\n\u003Ch2>Konteks Historis\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>\u003Cem>The Pagan Tribes of Borneo\u003C\u002Fem> (Suku-suku Pagan di Kalimantan) adalah karya etnografi monumental yang ditulis oleh Charles Hose dan William McDougall, diterbitkan pada awal abad ke-20. Charles Hose menghabiskan 24 tahun sebagai pegawai sipil di Sarawak di bawah pemerintahan Raja James Brooke dan penerusnya, sebagian besar bertugas di daerah pedalaman seperti Baram dan Rejang. Pengalaman langsungnya tinggal bersama suku-suku setempat selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan menjadi dasar utama buku ini. William McDougall bergabung sebagai anggota Ekspedisi Antropologi Cambridge (1898–1899) yang dipimpin Dr. A.C. Haddon. Kerja sama mereka menghasilkan buku yang merangkum pengamatan langsung, wawancara, foto, dan sketsa selama bertahun-tahun.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Pada masa itu, Kalimantan sedang berada dalam masa transisi: pengaruh Eropa (Inggris di Sarawak dan utara, Belanda di dua pertiga selatan) mulai meluas ke pedalaman, menghentikan perang antarsuku dan praktik pengayauan. Buku ini ditulis pada saat budaya tradisional suku-suku pagan masih relatif utuh namun mulai berubah akibat kontak dengan pemerintahan kolonial.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Pokok Argumen\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Argumen utama buku ini adalah memberikan gambaran menyeluruh tentang kehidupan suku-suku pagan di Kalimantan—kondisi fisik, moral, intelektual, adat istiadat, sistem sosial, kepercayaan, dan kerajinan mereka—berdasarkan pengamatan langsung, bukan sekadar catatan penulis sebelumnya. Penulis berpendapat bahwa suku-suku ini bukanlah &quot;primitif&quot; dengan proses mental yang berbeda secara fundamental dari manusia modern; sebaliknya, semakin dekat pergaulan dengan mereka, semakin terlihat kesamaan proses mental. Buku ini juga menegaskan bahwa meskipun ada enam kelompok suku utama (Iban, Kayan, Kenyah, Klemantan, Murut, dan Punan), semua berasal dari percampuran dua ras induk (Indonesia dan Proto-Melayu) melalui gelombang migrasi dari daratan Asia.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Struktur Karya\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Buku terdiri dari dua jilid dengan 22 bab utama, ditambah lampiran tentang karakter fisik ras-ras di Kalimantan oleh A.C. Haddon. Strukturnya sebagai berikut:\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Bab 1–3\u003C\u002Fstrong>: Pengantar geografis Kalimantan, sejarah singkat pulau dari catatan Tiongkok kuno hingga kedatangan Eropa dan pemerintahan Raja Brooke, serta gambaran umum tentang enam kelompok suku pagan beserta ciri fisik dan budaya masing-masing.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Bab 4–12\u003C\u002Fstrong>: Kondisi material dan kehidupan sehari-hari—pakaian, perhiasan, senjata, rumah, perahu, sistem sosial, pertanian padi, kehidupan di rumah panjang, aktivitas di sungai, perburuan dan pengumpulan hasil hutan, peperangan dan pengayauan, serta kerajinan tangan (pengerjaan besi, perahu, anyaman, sumpitan).\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Bab 13–17\u003C\u002Fstrong>: Kepercayaan dan praktik spiritual—gagasan tentang dewa-dewa, roh, jiwa, kehidupan setelah mati, adat pemakaman, pengusiran roh, hewan pertanda (terutama elang dan babi), sihir, mantra, jimat, serta mitos dan legenda.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Bab 18–19\u003C\u002Fstrong>: Masa kanak-kanak dan remaja suku Kayan—kehamilan, kelahiran, penamaan, pendidikan, upacara menuju kedewasaan, pernikahan—serta kehidupan suku Punan sebagai pemburu pengembara.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Bab 20–22\u003C\u002Fstrong>: Keanehan moral dan intelektual (kejujuran, sistem hukuman, pengetahuan medis, aritmatika, kosmologi), pembahasan etnologi tentang asal-usul dan klasifikasi suku, serta sistem pemerintahan kolonial Sarawak, Belanda, dan British North Borneo.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Lampiran\u003C\u002Fstrong>: Data antropometri (pengukuran fisik) ras-ras di Kalimantan oleh A.C. Haddon, termasuk klasifikasi suku, indeks kepala, tinggi badan, warna kulit, dan metode pengukuran.\u003C\u002Fp>\n",[20,23,27,31,35,38,42,46,50,54,58,62,66,70,74,78,82,86,90,94,98,102,106,110,113,117,121,125,129,133,137,141,145,149,153,157],{"sectionId":21,"ordinal":22,"title":8},50,1,{"sectionId":24,"ordinal":25,"title":26},51,2,"Preface",{"sectionId":28,"ordinal":29,"title":30},52,3,"JULY 1912.",{"sectionId":32,"ordinal":33,"title":34},53,4,"Contents",{"sectionId":36,"ordinal":37,"title":8},54,5,{"sectionId":39,"ordinal":40,"title":41},55,6,"CHAPTER 1",{"sectionId":43,"ordinal":44,"title":45},56,7,"CHAPTER 2",{"sectionId":47,"ordinal":48,"title":49},57,8,"CHAPTER 3",{"sectionId":51,"ordinal":52,"title":53},58,9,"CHAPTER 4",{"sectionId":55,"ordinal":56,"title":57},59,10,"CHAPTER 5",{"sectionId":59,"ordinal":60,"title":61},60,11,"CHAPTER 6",{"sectionId":63,"ordinal":64,"title":65},61,12,"CHAPTER 7",{"sectionId":67,"ordinal":68,"title":69},62,13,"CHAPTER 8",{"sectionId":71,"ordinal":72,"title":73},63,14,"CHAPTER 9",{"sectionId":75,"ordinal":76,"title":77},64,15,"CHAPTER 10",{"sectionId":79,"ordinal":80,"title":81},65,16,"CHAPTER 11",{"sectionId":83,"ordinal":84,"title":85},66,17,"CHAPTER 12",{"sectionId":87,"ordinal":88,"title":89},67,18,"CHAPTER 13",{"sectionId":91,"ordinal":92,"title":93},68,19,"CHAPTER 14",{"sectionId":95,"ordinal":96,"title":97},69,20,"UNGAP SPEAKS",{"sectionId":99,"ordinal":100,"title":101},70,21,"BATANG MIJONG SPEAKS",{"sectionId":103,"ordinal":104,"title":105},71,22,"UNGAP ANSWERS",{"sectionId":107,"ordinal":108,"title":109},72,23,"CHAPTER 15",{"sectionId":111,"ordinal":112,"title":8},73,24,{"sectionId":114,"ordinal":115,"title":116},74,25,"CHAPTER 16",{"sectionId":118,"ordinal":119,"title":120},75,26,"CHAPTER 17",{"sectionId":122,"ordinal":123,"title":124},76,27,"CHAPTER 18",{"sectionId":126,"ordinal":127,"title":128},77,28,"CHAPTER 19",{"sectionId":130,"ordinal":131,"title":132},78,29,"CHAPTER 20",{"sectionId":134,"ordinal":135,"title":136},79,30,"CHAPTER 21",{"sectionId":138,"ordinal":139,"title":140},80,31,"CHAPTER 22",{"sectionId":142,"ordinal":143,"title":144},81,32,"Introduction",{"sectionId":146,"ordinal":147,"title":148},82,33,"WORKS ON ANTHROPOLOGY",{"sectionId":150,"ordinal":151,"title":152},83,34,"A STUDY IN MAGIC AND RELIGION",{"sectionId":154,"ordinal":155,"title":156},84,35,"VII. BALDER THE BEAUTIFUL.",{"sectionId":158,"ordinal":159,"title":160},85,36,"MACMILLAN AND CO., LTD., LONDON."]