CHAPTER VII. INDUSTRY AND THE PEERAGE.

Ringkasan Bahasa Indonesia

RINGKASAN BAB VII: KERJA KERAS DAN GELAR BANGSAWAN

Bab ini membahas bahwa gelar kebangsawanan Inggris, tidak seperti di negara lain, diperkuat oleh masuknya orang-orang dari kalangan pekerja keras dan industri. Kelas sosial tidak pernah statis; yang berkuasa bisa jatuh, dan yang hina bisa ditinggikan. Banyak keturunan bangsawan besar (misalnya dari Earl of Kent, Simon de Montfort, Oliver Cromwell) justru berakhir sebagai tukang daging, pemungut tol, pembuat pelana, bahkan penambang batu bara.

Sebagian besar gelar bangsawan Inggris berasal dari para pedagang dan pengusaha sukses. Contohnya: Earl Cornwallis dari pedagang Cheapside, Duke of Northumberland dari seorang apoteker, dan banyak lagi yang berasal dari pedagang kain, penjahit, bankir, atau pandai emas.

Kisah Richard Foley: Ia adalah seorang pembuat paku di Stourbridge yang melihat industri paku lokal kalah saing oleh impor Swedia yang menggunakan mesin pemotong besi. Foley menyamar, pergi ke Swedia dengan berbekal biola, bekerja di tambang, dan diam-diam mempelajari mesin pemotong besi. Upaya pertamanya gagal, tetapi ia kembali ke Swedia untuk kedua kalinya, mempelajari mekanismenya dengan saksama, dan akhirnya berhasil mendirikan pabrik pemotongan besi di Inggris. Ia menjadi kaya raya dan keluarganya kemudian diangkat menjadi bangsawan.

Kisah William Phipps: Lahir dari keluarga miskin dengan 26 anak. Ia jadi pembuat kapal, lalu menikah dan berdagang kayu selama sepuluh tahun. Mendengar kabar kapal Spanyol karam di Bahama, ia berupaya mencari harta karun. Setelah gagal, ia mencari dukungan Raja Charles II dan mendapat kapal perang. Para awaknya memberontak karena kecewa, tetapi Phipps berhasil menumpas pemberontakan. Upaya pertamanya gagal, tetapi ia tak menyerah. Kembali ke London, ia terus mendesak proyeknya selama empat tahun hingga mendapat dukungan dari Duke of Albermarle. Pada pelayaran kedua, setelah pencarian yang hampir sia-sia, seorang penyelam India menemukan batangan perak. Total harta karun yang diangkat bernilai sekitar £300.000. Phipps mendapat bagian £20.000, diangkat sebagai ksatria, dan menjadi gubernur Massachusetts.

Kisah William Petty: Anak seorang penenun miskin. Ia menghidupi dirinya dengan berdagang kecil-kecilan saat kuliah, lalu menjadi dokter, ikut mendirikan Royal Society, dan mengukur tanah di Irlandia dengan akurat. Ia seorang penemu, pendiri pabrik besi, tambang timah, dan berbagai usaha. Ia mewariskan kekayaan besar kepada anak-anaknya, dan keluarganya kemudian diangkat menjadi bangsawan (Baron Shelburne).

Kisah Jedediah Strutt: Anak seorang petani. Ia menemukan mesin untuk membuat kaus kaki bergaris (ribbed stockings) pada 1758, lalu bermitra dengan Arkwright mendirikan pabrik kapas besar. Keluarganya kemudian menjadi bangsawan (Strutt of Belper). Keluarga Strutt dikenal dermawan, seperti menghadiahkan taman Arboretum kepada warga Derby.

Selain dari industri, banyak gelar bangsawan diraih melalui jasa di medan perang (Nelson, Wellington) dan terutama melalui profesi hukum. Tidak kurang dari 70 gelar bangsawan Inggris, termasuk dua gelar adipati, berasal dari pengacara sukses. Contohnya:

  • Lord Lyndhurst: anak pelukis potret.
  • Lord St. Leonards: anak pembuat parfum dan penata rambut. Ia awalnya anak buah (errand boy) di kantor hukum.
  • Lord Tenterden: Ia lahir dari tukang cukur yang mencukur dengan upah satu sen. Ia pernah menjadi penyanyi di Katedral Canterbury.
  • Lord Eldon (John Scott): Anak seorang pedagang batu bara di Newcastle. Ia lari kawin dan kehilangan beasiswa. Untuk mencari nafkah, ia belajar hukum di London dengan tekun, bangun jam 4 pagi, dan memakai handuk basah di kepala agar tetap terjaga. Tahun pertama sebagai pengacara, ia hanya mendapat 9 shilling. Selama empat tahun ia hampir tidak dapat klien. Baru setelah menangani kasus penting di House of Lords, kariernya melejit. Ia akhirnya menjadi Lord Chancellor (ketua lembaga peradilan tertinggi) selama 25 tahun.
  • Baron Langdale (Henry Bickersteth): Awalnya kuliah kedokteran, lalu beralih ke hukum. Selama bertahun-tahun ia hidup miskin dan bergantung pada bantuan keluarga, bahkan hampir menyerah. Namun, karena ketekunannya, bisnis hukumnya berangsur maju, dan ia akhirnya menjadi Master of the Rolls di House of Lords.

Ilustrasi penjelas: Kisah-kisah di atas menunjukkan bahwa "modal" utama keberhasilan bukanlah kekayaan atau latar belakang keluarga, melainkan ketekunan, kerja keras, dan ketidakmampuan untuk menyerah.

Kesimpulan bab ini: "Such are a few of the distinguished men who have honourably worked their way to the highest position, and won the richest rewards of their profession, by the diligent exercise of qualities in many respects of an ordinary character, but made potent by the force of application and industry." (Mereka adalah beberapa contoh orang terkemuka yang dengan terhormat bekerja keras mencapai posisi tertinggi dan meraih hasil paling gemilang dari profesi mereka, melalui pelaksanaan tekun dari kualitas-kualitas yang pada dasarnya biasa saja, tetapi menjadi kuat oleh kekuatan penerapan dan kerja keras.)

Sudah paham? Tulis ulang bab ini dengan kata-katamu sendiri. Mulai →