PREFACE.

Ringkasan Bahasa Indonesia

Ilustrasi atmosferik bab ini — dibuat AI, bukan gambaran isi teks
Ilustrasi AI

Ini adalah edisi revisi dari buku yang sudah mendapat sambutan luas di dalam dan luar negeri. Buku ini telah dicetak ulang di Amerika dalam berbagai bentuk, diterjemahkan ke bahasa Belanda dan Prancis, serta akan diterbitkan dalam bahasa Jerman dan Denmark. Daya tariknya terletak pada banyaknya kisah hidup dan karakter yang disajikan, serta minat orang terhadap perjuangan dan pencapaian orang lain. Penulis sendiri sadar bahwa buku ini bersifat fragmen karena awalnya hanya kumpulan catatan selama bertahun-tahun yang ditujukan sebagai bacaan untuk pemuda, tanpa niat diterbitkan. Edisi ini memberi kesempatan untuk memangkas materi berlebih dan menambahkan berbagai ilustrasi baru.

Sayangnya, judul buku—yang sekarang sudah terlambat diubah—menimbulkan kesan keliru. Sebagian pembaca mengira buku ini memuji keegoisan, padahal justru sebaliknya. "Kewajiban membantu diri sendiri dalam arti tertinggi melibatkan membantu sesama." Tujuan utamanya adalah mendorong pemuda untuk tekun mengejar hal yang benar, mengandalkan usaha sendiri, dan tidak bergantung pada bantuan orang lain. Namun dari contoh para ilmuwan, seniman, penemu, pendidik, dermawan, misionaris, dan martir yang disajikan, jelas bahwa membantu diri sendiri pada akhirnya juga berarti membantu sesama.

Kritik lain mengatakan buku ini terlalu banyak membahas orang sukses dan terlalu sedikit tentang mereka yang gagal. Penulis menjawab bahwa catatan kegagalan murni akan membosankan dan tidak mendidik. "Kegagalan yang diatasi oleh Ketekunan selalu penuh minat dan pelajaran." Dalam buku ini, kegagalan disajikan sebagai disiplin terbaik bagi pekerja sejati: merangsang usaha baru, memunculkan kemampuan terbaik, dan mendorong pengembangan diri, pengendalian diri, serta pertumbuhan pengetahuan dan kebijaksanaan.

Adapun kegagalan itu sendiri—meskipun bisa menjadi penghiburan di akhir hayat—bukanlah contoh yang patut diberikan kepada pemuda di awal kehidupan. "Bagaimana tidak melakukannya" adalah hal termudah yang bisa dipelajari tanpa perlu usaha, pengorbanan, kerja keras, kesabaran, atau penilaian. Pembaca juga tidak tertarik pada jenderal yang kalah perang, insinyur yang mesinnya meledak, atau pedagang yang bangkrut. Orang terbaik pun bisa gagal dalam perjuangan mulia, tetapi mereka tidak menganggap kegagalan itu sebagai jasa; mereka justru berusaha sukses dan memandang kegagalan sebagai kemalangan. Kegagalan dalam perjuangan baik tetap terhormat, sementara kesuksesan dalam perjuangan jahat hanya hina. Namun sukses dalam perjuangan baik jelas lebih baik daripada gagal. Yang terpenting bukanlah hasil, melainkan tujuan, usaha, kesabaran, keberanian, dan upaya dalam mengejar hal yang layak. Sebagaimana kutipan: "Bukan manusia yang bisa memerintahkan kesuksesan; kita bisa melakukan lebih—layak mendapatkannya."

Inti buku ini adalah menanamkan kembali pelajaran lama: pemuda harus bekerja agar bisa menikmati, tidak ada hal bernilai yang bisa dicapai tanpa ketekunan, siswa tidak boleh gentar oleh kesulitan tetapi harus mengatasinya dengan sabar dan gigih, dan yang terpenting adalah meninggikan karakter, karena tanpa itu kemampuan dan kesuksesan duniawi tidak berarti.

Dalam edisi ini, penulis menambahkan berbagai ilustrasi baru, antara lain kisah Bernard Palissy, Jacquard, Napoleon, dan sejumlah tokoh lainnya yang disebutkan di akhir.

Sudah paham? Tulis ulang bab ini dengan kata-katamu sendiri. Mulai →