CHAPTER II. LEADERS OF INDUSTRY—INVENTORS AND PRODUCERS.

Ringkasan Bahasa Indonesia

Ilustrasi atmosferik bab ini — dibuat AI, bukan gambaran isi teks
Ilustrasi AI

RINGKASAN BAB II: PEMIMPIN INDUSTRI – PARA PENEMU DAN PRODUSEN

Semangat kerja keras adalah ciri paling menonjol dari bangsa Inggris. Semangat inilah yang membangun kejayaan industri kerajaan Inggris, terutama hasil dari energi bebas individu—baik sebagai petani, produsen, perancang alat, penulis, atau seniman. Kerja keras bukan hanya kebutuhan dan kewajiban, tetapi juga berkah; hanya pemalas yang menganggapnya kutukan. Dalam sekolah kerja, kebijaksanaan praktis terbaik diajarkan.

Kutipan: "Tidak ada roti yang dimakan manusia yang lebih manis daripada yang diperoleh dari kerja kerasnya sendiri, baik jasmani maupun rohani."

Hugh Miller, seorang pekerja kasar yang juga intelektual, menyatakan bahwa kerja—bahkan yang terberat—penuh dengan kesenangan dan bahan untuk pengembangan diri. Ia menganggap sekolah kerja adalah sekolah paling mulia setelah sekolah Kristen.

Para penemu besar sebagian besar berasal dari kalangan bawah. Jika kita kurangi apa yang telah dilakukan mereka dalam penemuan, hampir tidak ada yang tersisa untuk orang lain. Penemuan mesin uap, misalnya, dikerjakan bertahap oleh banyak orang: Savary (insinyur militer), Newcomen (pandai besi), Cawley (tukang kaca), Potter (anak mesin), Smeaton (insinyur sipil), dan puncaknya James Watt (pembuat alat matematika). Watt adalah pekerja paling rajin; ia mengubah semua pengetahuan menjadi kegunaan praktis. Selama sepuluh tahun ia terus mencipta dan menemukan sambil mencari nafkah dengan berbagai pekerjaan, hingga akhirnya bermitra dengan Matthew Boulton untuk memperkenalkan mesin uapnya secara luas.

Ilustrasi: Bayangkan seorang montir yang diberi mesin rusak untuk diperbaiki, lalu ia mempelajari seluruh ilmu tentang panas dan uap hanya untuk memperbaiki mesin itu—dan akhirnya menemukan mesin uap modern. Itulah yang dilakukan Watt.

Richard Arkwright, pendiri industri pemintalan kapas modern, juga berasal dari kalangan miskin. Ia putra bungsu dari 13 bersaudara, tidak pernah sekolah, dan bekerja sebagai tukang cukur. Ketika mode rambut berubah, ia beralih menjadi penemu mesin. Istrinya menghancurkan model-modelnya karena menganggapnya membuang-buang waktu. Arkwright berpisah darinya. Ia hampir bangkrut, bahkan saat pemilihan umum pakaiannya compang-camping hingga orang-orang patungan untuk membelikannya pakaian layak. Akhirnya ia mendapat dukungan dari bankir dan mitra bisnis, mematenkan mesin pemintal pada 1769 (tahun yang sama dengan paten mesin uap Watt). Meskipun patennya digugat dan dijatuhkan, ia mendirikan pabrik baru dan akhirnya menjadi kaya raya. Ia diangkat sebagai sheriff dan mendapat gelar ksatria.

Robert Peel (pendiri keluarga Peel) adalah petani kecil yang beralih ke percetakan kain. Ia menemukan cara mencetak pola pada kain menggunakan piring timah—yang konon terinspirasi saat melihat pola di piring makannya. Usahanya berkembang, dan anaknya, Sir Robert Peel (yang kelak menjadi Perdana Menteri), memulai bisnis percetakan kain dengan modal hanya £500. Ia sangat hemat; bahkan saat masih lajang, ia membayar sewa kamar hanya 8 shilling seminggu, dan sempat berselisih dengan mitranya soal kenaikan sewa 6 pence. Ia menikahi putri mitranya setelah menunggu 10 tahun.

William Lee, penemu alat rajut (stocking frame), adalah seorang pendeta desa. Konon ia jatuh cinta pada seorang gadis yang lebih suka merajut daripada mendengarkan rayuannya. Karena kesal, ia menciptakan mesin rajut untuk menggantikan pekerjaan tangan. Setelah tiga tahun, ia berhasil. Ia memamerkan mesinnya kepada Ratu Elizabeth I, tetapi ratu menolak karena khawatir mesin itu akan menghilangkan pekerjaan para perajut tangan. Lee pindah ke Prancis atas undangan menteri Henry IV, tetapi setelah Henry IV dibunuh, ia kehilangan pelindung. Ia meninggal dalam kemiskinan di Paris. Namun, saudaranya membawa pulang mesin-mesin itu ke Inggris, dan industri rajut pun berkembang.

John Heathcoat, penemu mesin renda (bobbin-net), lahir dari petani kecil. Ia magang pada pembuat bingkai mesin. Pada usia 21, ia mulai merancang mesin yang meniru gerakan jari pembuat renda tangan. Selama percobaannya, istrinya sangat cemas. Suatu malam, ketika ia mengatakan mesinnya harus dibongkar lagi, istrinya menangis. Tapi beberapa minggu kemudian, ia berhasil membawa pulang selembar renda pertama buatan mesinnya. Patennya dilanggar, tetapi setelah melalui pengadilan yang rumit, haknya diakui. Pabriknya dihancurkan oleh perusuh Luddite pada 1816—kerugian £10.000. Ia pindah ke Tiverton dan membangun pabrik baru, memberi pekerjaan bagi 2.000 orang. Ia juga membangun sekolah untuk anak-anak pekerja. Ia menjadi anggota parlemen selama hampir 30 tahun.

Ilustrasi: Bayangkan mesin yang bisa "menyisir" serat kapas seperti menyisir rambut—memisahkan serat panjang dan pendek. Itulah yang diciptakan Heilmann setelah melihat putrinya menyisir rambut.

Joseph-Marie Jacquard adalah penenun miskin dari Lyon. Ia terus-menerus menyempurnakan alat tenun untuk kain bermotif. Revolusi Prancis mengganggunya; ia sempat menjadi tentara, lalu melarikan diri setelah putranya tewas. Ia bersembunyi bersama istrinya. Seorang majikan yang cerdas memberinya modal untuk mewujudkan idenya. Jacquard menciptakan alat tenun yang menggunakan kartu berlubang untuk mengatur pola—sebuah inovasi besar. Namun, para pekerja di Lyon menganggapnya musuh, menghancurkan mesinnya, dan bahkan hendak menenggelamkannya. Ia ditawari pindah ke Inggris, tetapi menolak karena patriotisme. Akhirnya, alat tenunnya diadopsi di mana-mana dan justru meningkatkan jumlah pekerja sepuluh kali lipat. Jacquard meninggal dengan tenang, tetapi keluarganya tetap miskin; dua keponakannya harus menjual medali emas pemberian raja.

Joshua Heilmann, penemu mesin sisir (combing machine) untuk kapas, menghabiskan seluruh kekayaan istrinya untuk menyempurnakan mesinnya. Istrinya meninggal dalam kemiskinan. Suatu malam, sambil merenungkan nasib buruk para penemu, ia secara tidak sadar memperhatikan putrinya menyisir rambut panjang mereka. Ide itu mengilhaminya untuk meniru gerakan menyisir dalam mesin. Setelah kerja keras, ia berhasil. Mesinnya mampu memisahkan serat panjang dan pendek dengan sangat teliti. Nilai komersialnya sangat besar: kapas murah bisa dipintal menjadi benang sangat halus—334 mil benang dari satu pon kapas, yang nilainya bisa meningkat dari 1 shilling menjadi £300-£400. Enam perusahaan Lancashire membeli hak patennya sebesar £30.000. Namun, Heilmann meninggal tak lama setelah sukses itu, diikuti oleh putranya.

Kutipan: "Dengan harga nyawa seperti inilah keajaiban peradaban dicapai."

Sudah paham? Tulis ulang bab ini dengan kata-katamu sendiri. Mulai →