Preface

Ringkasan Bahasa Indonesia

Ringkasan Bab: Kata Pengantar

Buku ini bertujuan memberikan gambaran jelas tentang suku-suku pagan di Kalimantan pada akhir abad ke-19. Penulis tidak sekadar mengulang catatan penulis lain, meskipun mereka belajar dari karya-karya tersebut. Mereka lebih memilih mencatat informasi langsung dari pengamatan sendiri—terhadap penduduk, benda-benda, adat istiadat, serta percakapan dengan banyak pria dan wanita dari berbagai suku.

Kesempatan dan Latar Belakang Penulis Salah satu penulis (C. H.) menghabiskan 24 tahun sebagai pegawai sipil di bawah Raja Sarawak; 21 tahun di antaranya benar-benar berada di Sarawak, terutama di daerah Baram (18 tahun) dan Rejang. Sebagai Residen, tugasnya mengharuskan hubungan dekat dengan semua suku di daerah tersebut, termasuk perjalanan panjang ke pedalaman yang belum pernah dijelajahi. Dalam perjalanan ini, ia tinggal di rumah-rumah penduduk dan hanya ditemani oleh suku-suku setempat selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Ia memanfaatkan kesempatan ini untuk mencatat, mewawancarai, memotret, dan membuat sketsa.

Ilustrasi penjelas: Bayangkan seorang pejabat yang tinggal di kampung-kampung terpencil, makan dan tidur bersama penduduk asli, sehingga ia bisa memahami kehidupan mereka dari dalam, bukan sekadar dari laporan singkat.

Awal Mula Penulisan Pada tahun 1898–1899, penulis kedua (W. McD.) datang ke Baram sebagai anggota Ekspedisi Antropologi Cambridge, dipimpin Dr. A. C. Haddon. Mereka bekerja sama mengumpulkan bahan untuk sebuah makalah tentang pemujaan hewan di Sarawak. Kerja sama ini berhasil, sehingga mereka memperluas program menjadi buku yang merangkum semua informasi yang sudah ada serta data baru yang diperoleh selama tahun-tahun berikutnya. Buku ini mulai dikerjakan pada tahun 1898 dan diselesaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Bantuan dan Ucapan Terima Kasih

  • Dr. A. C. Haddon dan anggota Ekspedisi Cambridge lainnya (Drs. C. G. Seligmann, C. S. Myers, dan Mr. S. Ray) memberikan dorongan, contoh kerja lapangan, dan bantuan dalam membaca naskah. Haddon juga menulis lampiran tentang pengukuran fisik penduduk asli Kalimantan.
  • Dr. A. W. Nieuwenhuis — penjelajah pedalaman Kalimantan Belanda — mengizinkan penggunaan beberapa fotonya.
  • Mr. H. Ling Roth menyumbangkan blok cetak untuk ilustrasi dari bukunya The Natives of Sarawak and British North Borneo.
  • Dr. W. H. Furness — penulis The Home Life of Borneo Head-Hunters — menyediakan beberapa foto dari kunjungannya ke Baram tahun 1897–1898.
  • Drs. C. G. Seligmann dan C. S. Myers — izin menggunakan foto.
  • Mr. R. Shelford — mantan Kurator Museum Sarawak — mengizinkan penggunaan sebagian dari makalah bersama tentang tato di Kalimantan, serta hasil pengukuran Land Dayak.
  • Mr. R. S. Douglas — mantan petugas di Baram, kini Residen Divisi Keempat Sarawak — memberikan bantuan praktis.
  • H.H. Raja Sarawak — menyambut anggota Ekspedisi Cambridge dan mendorong karya ilmiah pejabatnya. Tanpa dukungannya, buku ini tidak akan terwujud.

Kutipan kunci: "Kami lebih memilih mencatat informasi sebanyak mungkin yang kami peroleh secara langsung, baik melalui pengamatan langsung terhadap penduduk dan benda-benda, adat istiadat, dan kebiasaan mereka, maupun melalui percakapan yang tak terhitung jumlahnya dengan pria dan wanita dari berbagai suku."

C. H. dan W. McD.

Sudah paham? Tulis ulang bab ini dengan kata-katamu sendiri. Mulai →