Bagian 5

Ringkasan Bahasa Indonesia

Daftar Gambar

  1. Kepala Suku Kayan Muda dengan Pendamping Kelas Menengah (berwarna). GAMBAR DEPAN
  2. Bruni, ibu kota panggung Sultan Bruni
  3. Jalur Hutan dekat Marudi, Distrik Baram
  4. Bukit Batu Kapur di Panga, Sarawak Atas
  5. Gunung Dulit dari Sungai Tinjar
  6. (A) Air Terjun Keltie, Gunung Dulit, Sarawak. (B) Suku Kenyah berhenti berkemah untuk malam di Sungai Baram
  7. Sungai Rejang muncul dari wilayah pegunungan tengah
  8. Ngarai di Sungai Rejang di atas muara Baloi Peh
  9. Sungai Rejang berkelok melalui Perbukitan
  10. Sungai Rejang sekitar 300 Mil di atas Muaranya
  11. Hutan diselimuti lumut tebal di Puncak Gunung Dulit
  12. Hulu Sungai Rejang
  13. Di Hulu Sungai Baram
  14. Lioh Matu (Tempat Seratus Pulau), di Hulu Sungai Baram
  15. Jeram Fanny di Sungai Pata, Distrik Baram
  16. Suku Dayak Laut atau Iban
  17. Profil Suku Dayak Laut dari Gambar 16
  18. Seorang Wanita Dayak Laut
  19. Keluarga Kayan dari Rejang Atas
  20. Seorang Gadis Uma Pliau (Kayan) dari Distrik Baram
  21. Buling, Putra Kepala Suku Kenyah dari Distrik Baram
  22. (A) Seorang Kayan berambut keriting dari Baram. (B) Aban Tingan, seorang Prajurit Kenyah terkenal, adik Tama Bulan
  23. Suku Klemantan dari Distrik Tinjar, dan seorang Kepala Suku Kayan tua dari Baloi, Laki Bo, memakai hiasan kepala hitam (baris belakang, figur kedua, kiri)
  24. Long Pokun (Klemantan) dari Sungai Tinjar
  25. Kepala Suku Kalabit (Murut) (di tengah) dengan Pengikut, dari Hulu Sungai Baram
  26. Suku Punan dari Sungai Tinjar
  27. Tama Bulan Wang, Penghulu Kenyah dari Distrik Baram
  28. Gadis Kayan dari Distrik Kotei Atas
  29. Pemuda Dayak Laut dalam pakaian pesta
  30. Wanita Dayak Laut mengenakan Jas dan Rok yang dihiasi Kerang
  31. Sulau, Istri Kepala Suku Kayan, memamerkan Koleksi Manik-manik Tua yang Berharga
  32. Seorang Wanita Barawan (Klemantan) dari Tinjar
  33. Bayi Malanau mengenakan Alat untuk membentuk Kepala
  34. Sebuah Rumah Panjang di Distrik Baram
  35. Desa Murik Long Tamala, Distrik Baram
  36. Galeri Rumah Kayan di Long Lama, Distrik Baram
  37. Interior Ruang Tinggal Kayan
  38. Kepala tergantung di Galeri Rumah Kayan
  39. Di Bawah Rumah Kayan. Di kiri terlihat Tiang Altar untuk Persembahan
  40. Lumbung Besar tempat PADI disimpan
  41. Rumah Iban
  42. Galeri Rumah Iban
  43. Tikar duduk Iban. Keranjang benih Iban
  44. (B) Kotak tembakau; (C) Piring Kayu untuk menggulung Rokok; (G) Labu untuk kepala sumpit; (P) Pipa tembakau; (FP) Pistol api; (F) Seruling hidung
  45. Topi Wanita Kenyah. Tawak dan Gong Kayan
  46. Ningka, Guci Dayak Laut tua yang berharga
  47. Guci gerabah tua yang sangat dihargai oleh semua Suku
  48. Suku Iban menawar guci tua
  49. Tama Usong, Kepala Suku Kayan terkemuka di Distrik Baram
  50. Aban Deng, Kepala Suku Long Wat (Klemantan) dari Distrik Baram
  51. Kepala Suku Sebop (Klemantan) berpidato di hadapan Pengikutnya
  52. Suku Kenyah dari Sungai Pata. Laki-laki memakai Topi dan yang berjongkok di kiri adalah kelas atas, lainnya kelas menengah
  53. Seorang Kayan membuat Api dengan Gesekan menggunakan PUSA
  54. Mayat di Rumah Barawan (Klemantan). Pesta di Rumah Jangan yang belum selesai, Kepala Suku Sebop, pada acara penamaan Anaknya
  55. Suku Iban menebang Pohon
  56. Ladang Lirong di Sungai Tinjar
  57. Suku Kayan dari Baloi di Ladang PADI. Tato di Paha terlihat
  58. Wanita Kenyah beristirahat dari Menyiangi di Ladang PADI
  59. Wanita Kenyah di Ladang mereka
  60. Suku Kenyah mengukur Panjang Bayangan ASO DO pada siang hari untuk menentukan Waktu menabur PADI
  61. Wanita Klemantan berpakaian seperti Pria di Festival Panen
  62. Taman Rumah Kayan, yaitu Area antara Rumah dan Sungai, dengan Pohon Buah dan Lumbung PADI
  63. Wanita Kayan tua menaiki Tangga Rumah dengan Keranjang berisi Wadah Air
  64. Galeri Rumah Klemantan (Sebop), Distrik Tinjar
  65. Buah Hutan
  66. Sebuah Desa Klemantan, menunjukkan Tiang Balawing
  67. Suku Kayan membelah Rotan untuk Membuat Tikar
  68. Sekelompok Kayan duduk di Galeri Rumah Panjang
  69. Menghibur Tamu di Galeri Rumah Klemantan (Barawan)
  70. Lepu Pohun (Klemantan) dari Sungai Tinjar
  71. (A) Suku Iban menyiapkan Perahu untuk Perjalanan jauh. (B) Perahu perang Kayan di Baram Bawah
  72. Perhentian di Batu Pita di Baram
  73. Memasak Makanan siang di dasar Kerikil, Sungai Baram
  74. Perahu berlayar ke hulu Sungai Rejang di bawah Air Terjun Palagus
  75. Mendayung ke hulu Air Terjun Palagus, Sungai Rejang
  76. (A) Suku Kenyah menarik Perahu melewati Jeram. (B) Gubuk dibangun di tepi Sungai untuk Berteduh semalam
  77. Perahu akan menuruni Air Terjun di Long Bukau, Sungai Rejang
  78. Perahu beratap Tikar Daun di Sungai Dapoi, Distrik Baram
  79. Suku Kayan memancing dengan Jala di Sungai Baram Atas
  80. Memancing dengan Pancing di Air Terjun Tipang di Baram
  81. Pemandangan Khas di hulu Sungai
  82. Pemburu Kenyah bekerja dengan Sumpit
  83. Pemburu Kenyah pulang dengan Anak Babi
  84. Kelompok Pemburu Kayan berkemah untuk malam
  85. Suku Iban memasang Perangkap untuk Burung Pegar dan Mamalia kecil. Suku Punan di Rumah
  86. Suku Kayan mengerjakan Getah Perca
  87. (A) Mengumpulkan Racun Sumpit IPOH. (B) Usong, seorang Pemuda Kayan kelas atas, Putra Tama Usong (Gambar 49)
  88. Suku Kenyah mengumpulkan Racun IPOH
  89. Suku Klemantan membuat Api di Hutan dengan menggergaji sepotong Bambu melintasi yang lain
  90. Mengajari Pemuda Kayan di hutan
  91. Pedang dan Sarung Kenyah dan Kayan
  92. Tombak dan Dayung (Kayan dan Klemantan)
  93. Topi perang Kayan dan Kenyah
  94. Jas dan Topi, Pedang, Pisau, dan Perisai Prajurit Kenyah (berwarna)
  95. Seorang Pemuda Murik (Klemantan) dalam Pakaian Perang
  96. Perahu perang Klemantan mendaki Sungai Baram dekat Marudi
  97. Tiang didirikan di Sungai oleh Suku Kayan untuk menandai Tempat di mana Pertanda baik diamati
  98. Pengintai mengawasi Perahu dalam Kesulitan di Muara Sungai Akar, Distrik Baram
  99. Kelompok Perang Iban di Hutan
  100. Rumah Kayan dipagari untuk Perlindungan terhadap Musuh
  101. Cara Serangan Kenyah
  102. Wanita Kayan menari, dan membawa di tangan kanan Kepala berhiaskan Daun
  103. Perahu perang Iban di Sungai Rejang
  104. Pengintai Iban waspada
  105. Kepala Punan diambil oleh Suku Iban
  106. Wanita Iban menari dengan Kepala Manusia
  107. Pandai besi Kalabit menggunakan Palu batu. Alat peniup lebih sederhana dari yang dijelaskan dalam teks
  108. Suku Iban membuat Pistol Api
  109. Rumah Iban dalam proses Pembangunan
  110. Keranjang dan Manik-manik Kanowit (Klemantan)
  111. Pisau dan Kapak Kayan
  112. Suku Kenyah melubangi Batang Sumpit sebelum mengebornya
  113. Suku Kenyah mengebor Sumpit
  114. Suku Kenyah mengikat Mata Tombak ke Sumpit
  115. Suku Kenyah membuat Anak Sumpit
  116. Suku Kenyah membuat Racun Sumpit
  117. Suku Kenyah membuat Kain Kulit Kayu
  118. Wanita Iban memisahkan Biji Kapas
  119. Wanita Iban dengan Roda Pemintal
  120. Wanita Iban menyiapkan Kain untuk pencelupan
  121. Wanita Iban menenun
  122. Pintu Ukir ke Ruang Aban Jau, Kepala Suku Sebop (Klemantan), Sungai Tinjar
  123. Pintu Ruang di Rumah Sebop (Klemantan). Dua Figur dekat Atas mungkin mewakili Owa-owa
  124. Ukiran di Dinding Galeri Rumah Long Ulai (Klemantan), Distrik Baram
  125. Haluan Perahu perang Klemantan (Pria itu adalah Iban)
  126. Motif Kenyah diukir pada Kotak Tembakau bambu
  127. Desain Melingkar dikerjakan pada Kotak Tembakau bambu (Kenyah)
  128. Gambar Arang. Pertama menggambarkan Wanita Bekerja di Lesung PADI; kedua memberi Makan Babi dan Ayam; ketiga meletakkan Mayat di Makam
  129. Gagang Pedang Kenyah diukir dari Tanduk Rusa
  130. Manik-manik Tua dipakai oleh Suku Kayan (berwarna)
  131. Selimut (Pua) ditenun oleh Wanita Iban
  132. Selimut (Pua) ditenun oleh Wanita Iban
  133. Pola Tato di Paha Wanita Kayan
  134. Pola Tato pada Wanita Kalabit
  135. Tato Kalabit (Wanita)
  136. Desain Tato
  137. ,,
  138. ,,
  139. ,,
  140. ,,
  141. ,,
  142. ,,
  143. ,,
  144. Wanita Kenyah menumbuk PADI (berwarna) GAMBAR DEPAN
  145. Altar Kenyah menunjukkan batu bulat besar yang dikenal sebagai BATU TULOI. Telur dipersembahkan kepada Burung Pertanda di Hutan
  146. Seorang Klemantan (Barawan) memberikan Persembahan Telur kepada Para Dewa
  147. Tiang Balawing di kiri; Tiang Altar Bali Penyalong di kanan dan di tengah Tiang tempat Potongan Daging Musuh yang Dibunuh ditusuk sebagai Persembahan Syukur setelah Perang berhasil, didirikan di depan Rumah Long Pokun (Klemantan)
  148. Patung Kayu didirikan di depan Rumah Kenyah saat mendekati Wabah Kolera
  149. Patung Kayu Bali Atap, Dewa Kenyah
  150. Tiang Altar didirikan di depan Rumah Klemantan saat kembali dari Perang
  151. (A) Tempat Berteduh Sementara untuk Kepala. (B) Galeri Rumah Panjang Kayan
  152. Dayong Kenyah memakai Topeng
  153. Makam Istri Kepala Suku Long Pata (Klemantan). Cakram putih dulunya dari Kerang, kini Piring Eropa digunakan, dan Perusahaan Jerman memasok Piring Makan dengan dua Lubang yang memudahkan pemasangan Piring
  154. Makam Kepala Suku Sekapan (Klemantan)
  155. Makam Kuling, Putri Boi Jalong, Kepala Suku Kenyah utama dari Sungai Batang Kayan
  156. Makam Malanau dekat Desa Rejang
  157. Peti Mati Peng ditempatkan di Tepian Tebing yang menjorok di Sungai Mahakam
  158. (A) Tama Bulan mengorbankan Babi kepada Bali Penyalong. (B) Balari, seorang Kenyah, mengorbankan Ayam kepada Bali Penyalong
  159. Seorang Kayan mengisi Babi dengan Pesan untuk Para Dewa
  160. Suku Kayan mendiskusikan Hati Babi
  161. Patung Rangkong dibuat oleh Suku Iban untuk digunakan di Upacara
  162. Sekelompok Kenyah. Di Puncak Tiang terlihat Patung Elang, Bali Flaki
  163. Kepala Musuh dihias oleh Suku Kayan dengan berbagai Jimat
  164. Patung Buaya, dan Rumah disediakan untuk Roh yang bantuannya dimohon oleh Suku Malanau pada Upacara Bayoh
  165. Patung Kayu Buaya, dan Hiasan digunakan pada Upacara Bayoh oleh Suku Malanau
  166. Kelompok Campuran Anak Laki-laki Kenyah dan Klemantan
  167. Seorang Wanita Sekapan (Klemantan) menggendong Anak dalam Ayunan
  168. Anak Laki-laki Iban mandi. Pagar untuk Perlindungan terhadap Buaya
  169. (1) Pistol Api. (2) PUSA, digunakan untuk membuat Api saat penamaan Anak Kayan. Figur mewakili Laki Pesong
  170. Suku Kayan bergulat
  171. Tarian yang hampir menyerupai beberapa Perkembangan Eropa terkini dari Seni
  172. Seorang Kayan menari
  173. Pelajaran Ukir Kayu (Kenyah)
  174. Pernikahan Iban
  175. Suku Punan dari Baram
  176. Kepala Suku Punan tua
  177. Kepala Suku Punan dari Tinjar
  178. Suku Punan dari Bok (Baram)
  179. Ukit bertato dari Distrik Rejang
  180. Perkemahan Punan di Sungai Dapoi
  181. Suku Punan mengerjakan Sagu liar
  182. Suku Punan mengerjakan Kamper
  183. Ibu dan Anak Punan
  184. Tumbuhan menjalar digantung di muara Sungai anak untuk Melarang Siapa pun naik ke Sungai itu.
  185. Kait Kuningan dan Gagang Pedang dikirim oleh Tama Kuling kepada Residen Baram sebagai Simbol Perdamaian
  186. Seorang Kayan dari Sungai Mahakam
  187. Seorang Wanita Kayan dari Sungai Mahakam, Kalimantan Timur
  188. Seorang Wanita Orang Bukit (Klemantan), Distrik Baram
  189. Profil Wanita di Gambar 187
  190. Long Pokun (Klemantan) dari Sungai Dapoi, Distrik Baram
  191. Pemuda Lirong (Klemantan) dari Sungai Tinjar
  192. Seorang Wanita Lirong (Klemantan) dari Sungai Tinjar
  193. Seorang Wanita Kajaman (Klemantan) Kelas Atas
  194. Pria Dayak Darat (Klemantan) dari Sarawak Atas
  195. (A) Gadis Dayak Darat dari Distrik Sadong. (B) Dayak Darat dari Sarawak Atas
  196. Wanita Iban, Distrik Rejang
  197. Benteng kecil di Kanowit, Distrik Rejang
  198. Benteng di Claudetown (Marudi), dengan Regu Pasukan yang membentuk Garnisun
  199. Pintu masuk Benteng baru di Marudi, Distrik Baram
  200. Ruang Sidang di Benteng Baram
  201. Sungai Silat turun dari Usun Apo menuju Baram, Jalan Raya antara Kalimantan Timur dan Barat
  202. Pria Kenyah bertopeng pergi menemui mantan Musuh dengan Tawaran Perdamaian
  203. Topeng Klemantan
  204. Tama Kuling (ALIAS Boi Jalong), Kepala Suku Kenyah utama dari Distrik Batang Kayan
  205. Desa Tama Kuling (Kenyah) di Tana Puti, Distrik Batang Kayan
  206. Suku Madang (Kenyah) pada Perdamaian di Marudi (1899)
  207. Perdamaian besar di Marudi (1899), Distrik Baram, antara Suku Kayan, Kenyah, dan Klemantan dari Kalimantan Timur dan Barat
  208. Perlombaan Perahu perang di Marudi selama Pertemuan Perdamaian (1899)
  209. Kelompok Kepala Suku Kenyah dari Batang Kayan dalam Perjalanan mengunjungi Rajah Sarawak di Kuching, sebelum Perdamaian di Baram pada tahun 1901
  210. Instruksi Akhir dari Residen Divisi Ketiga Sarawak kepada Kelompok Kayan yang akan menyerang Benteng Pember
Sudah paham? Tulis ulang bab ini dengan kata-katamu sendiri. Mulai →