KARTINI.
Ringkasan Bahasa Indonesia
Rembang, 24 Agustus 1904. Kartini mengirim surat singkat kepada “Moedertje”, menyatakan bahwa waktunya semakin dekat dan bayi mereka kemungkinan akan lahir lebih awal dari perkiraan. Ia mengucapkan selamat tinggal dan menyampaikan harapan agar sahabatnya dilindungi Tuhan.
Rembang, 7 September 1904. Kartini berterima kasih atas baju bayi mungil pemberian “Moedertje”, yang nilainya semakin besar karena dibuat dalam kondisi sang sahabat kurang sehat dan sibuk. Ia menulis bahwa suaminya mendesaknya segera membalas, karena khawatir akan terlambat. Kartini merasa bahagia dan kuat berkat dukungan doa dari jauh. Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa banyaknya doa akan didengar Surga. Bayi belum lahir, namun persiapannya sudah lengkap; ibunya dan seorang nenek tua telah mendampinginya selama dua minggu. Kartini menanyakan kabar keluarga “Moedertje” dan menyampaikan salam untuk “Edie” yang tulisannya ia baca di majalah Elseviers. Surat ini menjadi surat terakhir Kartini. Ia menutup dengan: “Goeden nacht, liefste Moedertje, ontvang nogmaals ons beider innigsten dank. Groet Mijnheer hartelijk van ons beiden, en wees zelf ferm gekust van uw eigen dochtertje.” (“Selamat malam, Ibu tersayang, terimalah sekali lagi terima kasih kami yang terdalam. Sampaikan salam hangat kami berdua untuk Tuan, dan terimalah kecupan erat dari putrimu sendiri.”)
13 September 1904, putranya lahir. Empat hari kemudian, pada 17 September 1904, Kartini meninggal mendadak dalam usia 25 tahun.